Mengenai Saya

WA: 082124760048

Rabu, 26 Agustus 2015

Jantan muda, masih bahan

Ini 2 ekor jantan muda yang masih tersisa, umur sekitar 7 bulan, bulu leher dan ekor masih rebung, masih mulus belum pernah abar. Jantan yang lebih muda lagi masih umur 3-4 bulanan akan saya upload lain waktu.
Bisa pindah kandang, tinggal yang merah bata-gelap, cukup 300rb, bisa nego.

Maaf gambarnya jadi miring semua dan kurang jelas, aslinya sudah diedit jadi tegak, kalau ada kesempatan lagi akan saya perbaharui. Bila nanti sempat diabar meskipun sebentar juga akan saya upload videonya.

update 8/9/2015:
BOOKED rekan dari Jakarta, paket akan dikirim Sabtu, 12 September 2015, sore.
Pakhoy-BK masih kecil, umur kurang dari 4 bulan, warna rawis merah kecoklatan, jantan 2 ekor, betina 1 ekor, masih satu tetasan.
Mohon maaf, baru dapat fotonya yg seekor ini, yg 2 ekor lagi bulunya belum utuh seperti ini, foto menyusul.



Jantan Wido: SOLD !!
- pacek: Pakhoy-BK, rawis wido.
- induk: Saigon-BK-Khoy, bulu hitam, gundul.
- pegangan enak, berat masih dibawah 3 kg, badan masih kurus, tulangan lumayan.





Jantan merah bata-gelap (bingung nyebut warnanya): BOOKED rekan dari Jakarta

- pacek: BK-Saigon, rawis merah.
- induk: Khoy-Saigon-BK, bulu hitam, dominan Saigon-BK.
- pegangan enak, berat masih dibawah 3 kg, tulangan lebih kasar dari yang wido.
- minus: sayap kanan belum komplit, ada bulu yang lepas



update 14/9/2015:

Nggak bisa narsis dulu sebelum masuk kardus, dari pada lepas mending langsung dimasukkan, siap berangkat ke Stasiun Tugu, semoga sehat dan mampu menyenangkan pemilik baru.




Senin, 17 Agustus 2015

Bocah-bocah Mulai Gede

Bulan Agustus 2015 tanpa terasa sudah masuk dipertengahan bulan, berarti 7 bulan telah berlalu di tahun 2015 ini. Anak-anak kecil tetasan akhir Januari lalu juga sudah beranjak dewasa, dan adik-adiknya lagi dari beda induk sudah ada beberapa generasi.

Dari 10 ekor BK-Saigon-Khoy tetasan akhir Januari sekarang tinggal 4 ekor, 2 jantan 2 betina, lainnya 3 jantan dan 2 betina terjual, 1 jantan diopor saat Idul Fitri kemarin. Jantan yang tersisa berwarna wido dan merah bata, keduanya sudah mulai berkokok, namun bulu masih belum utuh, nyali juga belum kelihatan. Mungkin tidak sampai sebulan lagi sudah bisa diabar ringan.

Sementara generasi berikutnya, keturunan BK-Khoy dan BK, menetas di akhir Februari dan awal Maret, beberapa betina sudah masuk penggorengan, sementara jantan masih ada 5 ekor.

Generasi berikutnya lagi, keturunan BK dan BK-Khoy, menetas minggu ke-3 April, ada 2 betina dan 11 jantan. Beberapa ekor yang jantan mesti dipisah kurungan karena mulai tawur, wiss.... habis kurungannya, dah gak ada tempat lagi untuk anakan tanggung, sepertinya bulan depan mesti nambah kurungan lagi nih...

Generasi berikutnya lagi, BK-Khoy, menetas di awal Juni, ada 3 ekor sepertinya jantan semua.

Yang termuda tetasan awal Bulan Juli ada 7 ekor, keturunan BK dan Khoy-BK, hanya saja generasi terakhir ini bermasalah dengan kesehatannya, ada beberapa yang kena cacar, dan ada juga yang matanya bengkak berair. Yah....biar saja... kalau sembuh ya syukur, kalau gak sembuh ya nanti kalau sudah agak gede buat lauk makan.

Sementara di kandang ada beberapa betina yang sudah mengeram, 2 betina BK dengan pacek BK, 1 BK-Khoy dan 1 Khoy-BK dengan pacek BK-Saigon, perkiraan nanti akan menetas di awal September. Semoga saja nanti ada kurungan yang bisa dipakai untuk bayi-bayi yang akan menetas tersebut.
Libur weekend plus libur HUT kemerdekaan kemarin bisa termanfaatkan untuk menumpuk batako sebagai alas pagar kebon yang sudah minta diganti, meskipun belum selesai seluruhnya namun bisa mencapai 70% terpasang, rencana Sabtu besok menyelesaikan yang tinggal sedikit ini. Sementara menunggu Sabtu, jadwal lainnya adalah membelah bambu lagi..... pokoknya jadwalnya masih padaaattt....

Kamis, 26 Maret 2015

Dikurangin gak ya....???

Saat memulai memelihara ayam lagi waktu itu hanya punya seekor betina BK, pejantan tinggal pinjam punya  kakak, kurungannya sebelahan sih... Jenisnya gak tahu persis, lah kakak juga cuma dikasih kawannya yang hobiis berat ayam adu. Sebenarnya dikasih tahu jenisnya cuma kakak gak ingat apa pastinya, tapi dilihat dari tongkrongannya mendekati jenis pakhoy. Meskipun jari-jari kedua kakinya cengkrong/ciker/cacat tapi tetep aja dipake sebagai pejantan, gak masalaaah.... Beberapa waktu kemudian isi kurungan mulai tambah dengan jenis BK-Saigon beli dari teman di Pasuruan, trus tambah lagi dengan mulai menetasnya telur dari babon yang pertama. Hingga saat ini tanpa terasa sudah cukup banyak betina yang ada di kurungan yang di rumah dan di kebon, baik yang dikurung maupun yang dilepas, belum lagi beberapa anakan yang masih kecil. Jenisnya terdiri dari cross BK-Pakhoy, BK-Saigon, dan BK-Saigon-Pakhoy, ada pula yang inbreed BK-Pakhoy. Sebenarnya sih pengen bikin line-breed lagi dari beberapa betina dan pejantan yang ada, tapi terhalang oleh keadaan tempat yang terbatas, mana kurungan untuk perjodohan sudah ada yang rusak gak bisa dipakai dan belum cukup waktu untuk memperbaiki.
Ada kejadian yang membuat saya merasa kuasa Tuhan benar-benar tidak terbatas, kun fayakun, apa yang terjadi maka terjadilah. Di kebon ada 2 pejantan BK-Saigon saudara setetasan, bodi, warna, gaya tarung, hampir semuanya mirip. Saya ingat betul, hari Sabtu saya hanya ke kebon di pagi hari, ngasih makan seperti biasa, siang harinya hujan turun terus sampai sore sehingga saya gak ke kebon. Malam harinya saya kepikiran daripada punya 2 pejantan yang hampir sama mending saya KURANGI salah satu. Saya berniat mau memfoto keesokan paginya untuk diiklankan. Minggu pagi seperti biasa ngasih makan ke kebon, dikurungan perjodohan betina pertama yang saya punya dengan pejantan hitam cucunya ada bilah bambu yang patah, pejantan hitam muda berdiri lemes di pojok, weehhh... ada apa ini?? lanjut ngasih makan dulu aja... Balik dari kurungan di pojok baru kelihatan pejantan BK-Saigon yang saya niatin salah satunya mau saya jual sudah terbaring kaku, hadeehh..... niat saya yang tadi malam, meskipun hanya dalam hati ternyata di-amini oleh malaikat dan Yang Kuasa, pejantan saya BERKURANG satu ekor he..he..he... Padahal kalau dilihat fisik ayamnya BK-Saigon ini lebih gede, lebih tua, lebih atos, jalu lancip 1,5 cm, sedangkan yang hitam badan lebih kecil, jalu jagung, bulu baru lengkap, ora gandeng babar blass, memang si hitam kena mata kanannya tapi yang mati justru yang gede, opo ra marai gumun? Saya nangkapnya santai saja, makhluk bernyawa pasti mati, dan dibalik kejadian ini mungkin yang kuasa punya maksud lain untuk saya.




 

Beberapa jantan muda sudah pindah kandang, namun di kebon masih ada beberapa betina yang dilepas bebas, karena keterbatasan kurungan sepertinya saya akan MENJUAL saja beberapa betina BK-Pakhoy dan BK, ada yang hitam ada yang kelabu, paling tua usianya 2 tahun, seingat saya beberapa ada di posting awal blog ini. Kalau minat betina cross BK-Saigon-pakhoy (pakhoy-nya sedikiiit...) juga boleh, tapi baru umur 2 bulan. Harga mahal, betina dewasa 300rb, mahal loh harga segitu bagi saya.. Yang masih umur 2 bulan cukup 100rb, juga mahal kan...  Kalau pengen lihat ayah-ibunya juga beberapa masih ada. Khusus betina gundul warna coklat, umur 2 tahunan, bodi lumayan besar untuk betina, juga boleh tapi nunggu setelah periode bertelur+mengeram yang sekarang, harga special 600rb saja, cuma hati-hati aja, makannya buanyaaakk.... he..he..he...
Sudah saya sebut di awal, HARGA MAHAL, artinya itu sudah nett ya, jangan nawar lagi. Bagi yang minta foto, mohon maaaaaaafffff.... kabel data saya lagi soak belum sempat beli, jadi biar lebih mantap mendingan langsung ke tempat saya saja nggih....

Selasa, 10 Maret 2015

Kandang Masih Ada Isinya

Alhamdulillahhirobbil 'alamiin.....
Yang Kuasa masih berkenan memberikan dan membuka pintu rejeki bagi umatnya. Lama juga ya ternyata blog ini tidak saya update, yach... itu tadi kembali ke masalah rejeki dari Yang Kuasa. Bulan November 2014 saya diminta menempati bagian yang berbeda dengan load kerja yang lebih padat, apalagi akhir tahun. Jadinya gak sempat update karena memang kerjaan yang bertubi-tubi, dan efeknya juga berpengaruh ke isi kandang. Lumayan sering tidak sempat cek kandang kebon di sore hari, paling hanya cek kurungan yang dirumah, akibatnya kurungan yang yang sudah berumur cukup lama pun tidak terpantau kerusakannya, akibatnya lagi ya...tahu sendiri lah...
Seminggu yang lalu pejantan BK-Saigon lepas dari kurungan, pacroh gak ketahuan. Lawannya yg didalam kurungan sekarang masih teler, mata merem satu, kurungannya pun sampai bolong karena bilah bambunya sampai ada yang patah. Si BK-Saigon sendiri saya temukan di pojok kebon sudah kaku, nasib....
Masih ada saudara setetasan si BK-Saigon yang mati tadi yang sedang dijodohkan, karena betinanya sudah mengeram maka BK-Saigon yang satu ini pun saya pindah kurungan. Ternyata ada bagian kurungan yang sudah keropos sehingga dia bisa keluar. Kelanjutannya ya bisa ditebak, BK-Saigon ini pacroh dengan Pakhoy-BK yang ada di kurungan sebelah karena sedang dijodohkan. Hasilnya, muka pada hitam, untung gak parah, bilah bambu ada yang patah satu tapi belum lepas, hadeehhh...
Beberapa jantan muda yang dilepas bebas di kebon sudah pindah kandang, kualitasnya saya anggap bisa dipertanggungjawabkan, dari komentar si pembeli yang menggambarkan jago yang dia ambil, meski belum seperti yang saya inginkan. Mungkin besok akan bikin adiknya bila kurungan sudah selesai diperbaiki, namun sementara ini saya masih mencoba mencari pasangan yang baru yang sekiranya cocok.
Masih ada seekor jantan muda kelabu  yang memang akan saya simpan dahulu, seiring umur yang telah mendekati dewasa maka si kelabu ini pun mulai menunjukkan "kejantanan"nya. Pagi ini tadi saat ngasih makan terlihat mukanya ada luka sedikit, ya gak apalah... Lanjut ngasih makan, sampai kurungan si BK-Saigon, lah....kok matanya merem kabeh, wis... mesti kehajar si kelabu nih... Mau ngurungin si kelabu  di kurungan pun urung karena kurungannya sudah ada yang keropos, yowislah... biarin aja dulu, kepeksone pacroh yo kono karepmu.
Sementara ini baru ada jantan muda 2 ekor tapi ukurannya kecil, entahlah masih bisa tambah gede lagi atau enggak. Generasi bawahnya lagi dari pasangan indukan yang berbeda baru berumur 1,5 bulanan dan 1 mingguan, masih lama untuk bisa tahu kualitasnya seperti apa. Pertengahan bulan Maret ini tampaknya akan ada yang menetas lagi, dari pasangan yang berbeda pula, semoga kualitasnya bisa seperti yang diharapkan biar gak perlu mencoba-coba lagi.

*ini tetasan akhir Januari 2015, jantan ada 6 (terjual 3), ada afkirnya 1 ekor siap untuk opor lebaran Idul Fitri bulan Juli 2015


Di sisi lain, resiko kematian peliharaan tidak saya anggap sebagai halangan, halangan kecil mulai muncul. Ada tetangga sebelah yang menganggap tempat ternak saya bau, padahal tembok rumah dia cukup tinggi, angin-angin yang masuk ke rumah dia pun hanya kecil dan cukup tinggi. Mestinya kalau ada komplain malah datang dari rumah yang ada di depan kebon. Jengkelnya si tetangga ini gak berani bilang langsung ke saya, itu yang paling sangat saya benci, nggak jantan, kalau ada komplain saya lebih suka langsung face to face. Sempat sih Pak RT dan beberapa tetangga lain datang ke kebon, saya sih belum tahu kalau maksud mereka untuk mengecek, dan kenyatannya memang jauh dari bau yang menyengat. Saya merasa komplain ini hanya pemaksaan kehendak pribadi, nyatanya gak berani face-to face kok... dan saya juga merasa memang orang ini menyepelekan saya, karena dulu pernah ada kejadian yang membikin saya naik darah dan hampir saya melabraknya, namun istri saya melarang, ya akhirnya gak jadi meskipun saya betul-betul marah. Saya sih sudah siap untuk pembuktian kalau dia masih ngotot.
Kalau tetangga satunya lagi berani face to face, saya justru sangat menghargai yang ini  karena dia langsung bilang kalau ada sesuatu, seperti awal mula dulu saat beberapa ekor ayam saya nangkring di temboknya dia dan bikin kotor, gak pake lama langsung saya respon dengan mengurung ayam yang bikin ulah tersebut. Belum lama dia bilang lagi katanya ada "mreki" (gurem kah?) yang mengganggu, tapi di kebon saya belum pernah menemukan gurem di ayam yang mengeram, mungkin maksudnya biar kurungannya agak digeser karena berada dekat dengan kamarnya. Kalau itu sih saya akui saya kurang memperhatikannya, mumpung kurungannya sudah mulai rusak memang sekalian akan saya geser dari tempat semula. Tapi nunggu ya bos, saya belum ada waktu untuk bikin kurungan, tapi jangan khawatir, itu akan jadi prioritas saya, terimakasih untuk permintaannya, good neighbour!!
Foto tetangga yang reseh dan yang baik? Gak usahlah, nanti jadi panjang urusannya, lagipula yang reseh bisa bikin penuh layar komputer, tersangkanya gendut sih... ha..ha..ha...ha... Saya gak takut sama dia meskipun beratnya 2x dari saya, bisa bayangin gak seberapa gendutnya kalau berat saya cuma 55kg? Tinggi saya 170cm, dia agak lebih tinggi sedikit.
Sudah ahh... malah ngerumpi, lanjutin lagi kapan-kapan kalau saya ada waktu.
Foto ayam yang mati dan teler ada sih, cuma kabel konektor HP saya bermasalah, mungkin ada serabut yang putus, jadi ya nunggu dulu sampai saya dapat kabel pengganti.

Rabu, 19 November 2014

Berkah atau cobaan ??

Hiburan tiap weekend tiba bagi saya adalah bisa berkumpul dengan keluarga, bermain dengan anak-anak, dan tidak ketinggalan bermain dengan ayam-ayam di kebon. Nah...yang terakhir nih kadang jadi hiburan kadang bikin jengkel. Hari Minggu yang lalu (16/11) hujan turun cukup lama dan deras, akumulasi dengan hujan di hari-hari sebelumnya membuat tanah di kebun mulai lunak dan gembur. Di kebun nih ada dua rumpun pohon pisang kepok, yang di timur ada 2 pohon, yang satu sudah mulai keluar buahnya, satunya masih kecil. Rumpun yang di utara tengah, ada 3 pohon, 1 pohon sudah berbuah tinggal nunggu matang, 2 pohon sudah gede nunggu keluar tandan. Rumpun yang ini pohonnya gede-gede, yang sudah berbuah diameter pohonnya lebih dari 30 cm, kalau saya peluk tangan kanan masih bisa pegang belakang telapak tangan kiri. Sayangnya rumpun yang ini tumbuhnya dangkal jadi rentan roboh. Karena tanah yang gembur akhirnya kejadian, satu demi satu pohon pisang ini roboh tidak kuat menyangga beban beratnya sendiri. Masih untung tidak menimpa rumah tetangga sebelah meskipun harus saya beresi sampai habis maghrib. Buseettt dah...berat tandan pisangnya lebih berat dari berat anak sulung saya yang kelas 1 SD, tandannya lebih tinggi dari anak kedua saya yang umurnya 2 tahun. Berturut-turut pohon pisang ini roboh di hari Minggu, Senin, dan Selasa. Capeknya....
Hari Rabu pagi, ada pejantan yang lepas dari kandang karena ada jeruji yang patah. Ya gitu deh, pacroh dengan Olan Jr. yang ada di kandang lain. Oan Jr. masih cukup baik, cuma kegores dikit, udah diniati bawa ke rumah biar aman, sedang yang lepas karena sudah lemas sedang dihajar ayam muda yang memang dilepas. Beres masukin yang lemes ke kurungan lagi, pulang bentar bikin pakan trus balik lagi ke kebon. Buseetttt dahh....!! Olan Jr. sudah lemes, darah disana-sini, bonyok gak karuan, sementara jantan muda yang dilepas masih pecicilan di dekat kurungannya, ini nih biang keroknya!! Haduuuhhh.....mana jam udah mepet mo berangkat kerja malah ada kejadian kayak gini, terpaksa bersihin seadanya, minumin air gula jawa anget, kasih pereda sakit + antibiotik, tinggal pergi dah.
Hati ini sudah siap dengan kemungkinan terburuk, pulang kerja cek Olan Jr. ternyata masih hidup. Kasih minum lagi, kasih makan dikit, kasih obat lagi. Pagi ini cek lagi masih hidup, kasih minum & makan agak banyak, kasih obat lagi. Nanti sore cek lagi, masih bertahan atau wassalam. Yang bikin nyesek adalah saya nggak bisa lagi bikin keturunan pejantan ini, induknya memang masih tapi paceknya sudah gak ada. Olan Jr. adalah satu-satunya anak pejantan Olan. Olan adalah hasil inbreed dan hanya satu-satunya yang menetas dalam satu eraman. Sementara jantan yang kemarin lepas juga masih mabok, belum mau makan, cuma mau ngrawat juga gak ada waktu.
Di kurungan lain tadi pagi sudah kedengaran ciap-ciap anak ayam, cek di eraman ternyata 6 telur menetas semua, alhamdulillah.... punya keturunan lagi dari pacek pakhoy dengan induk BK, moga-moga gak dihabisi tikus lagi. PR harus segera dilanjut, dirumah masih ada proyek bikin kurungan khusus untuk anakan, baru tahap 25 %, masih panjang jalannya sementara, ada indukan lain yang juga akan menetaskan telurnya di bulan November ini. Bismillahhirrokhmannirrokhiim...semoga diberi kesehatan utnuk melanjutkan pekerjaan yang menumpuk ini.
foto nyusul yah, kalau sempat.

update 20/12/2014:

pohon pisang ambruk, berattt bro....
 panjang tandan dari sisir paling atas sampai sisir paling bawah mencapai 75 cm





Olan Jr., pejantan yang paling di eman karena pembawa gen yang saya harapkan bisa menurunkan tipe tarung seperti buyutnya akhirnya tewas, sepertinya gegar otak. Anakannya tinggal tersisa 3 ekor dari 2 betina berbeda, moga-moga segera ada waktu untuk menyelesaikan kurungan untuk anakan sehingga 3 ekor yang tersisa bisa dipindah agar kesehatan dan pertumbuhannya lebih terpantau. Nggak bisa bikin lagi keturunan yang kayak gini , nyeseeekk bener....

6 ekor anakan dari pacek pakhoy dengan induk BK tinggal 2 ekor akibat seleksi alam.

Minggu, 19 Oktober 2014

Weekend yang bikin speechless....lagi !

Kebetulan pas genap satu minggu, kebetulan pas ngasih makan Senin pagi tadi, kebetulan baru kemarin pagi mindah tempat babon dan 4 anaknya yang masih umur 3 mingguan, kebetulan masih pasangan baru inbreed Pakhoy-BK X Pakhoy-BK-Vietnam, kebetulan kurungannya sama dengan yang dipakai babon yang 3 ekor anakannya habis disikat tikus, kebetulan pagi ini kejadiannya sama, 3 ekor anakan habis disikat tikusjuga. haduuhhhh...... nyeseknya tuh di sini nih....

ogah ngambil foto, bikin emosi.

Minggu, 12 Oktober 2014

Weekend yang bikin speechless

Lagi seneng  sebenarnya, pasangan indukan yang ditunggu-tunggu anakannya juga sudah menetaskan telurnya. Hari Sabtu yang lalu (11/10/14) jadwal lumayan padat, harus masuk kantor sampai siang. Pagi cuma ngasih makan ayam trus langsung berangkat. Siang mesti momong si kecil, baru agak sorean ngecek piaraan. Ayam sehat semua, aman, pulang dari kebon sekitar maghrib. Saat ngancing pintu kok gembok hilang satu nih...cari-cari di sekitar pagar mungkin saja jatuh, ternyata gak ada, wah....kayaknya diembat anak-anak kecil tadi yang nongkrong ngeliatin ayam. Sabarrr....... (mulai dongkol nih...)
Hari Minggu esoknya sengaja pengen bangun agak siangan, badan rasanya capek bener, jam 7.30 baru mulai ngasih makan. Beres yang dirumah trus ke kebon sambil membawa sisa kedongkolan karena gembok pintu kebon hilang satu. beres kurungan di depan geser ke kurungan di ujung. Tiga ekor anakan di kurungan kanan yg biasanya mendekat sambil ciap-ciap kelaparan kok gak kedengeran suaranya nih..?? kayaknya ada yg gak beres. Lanjutin dulu ngasih makan dan ganti air minum, trus inspeksi semua kurungan.
Ternyata 3 ekor anakan BK-Vitanam X BK umur sebulanan memang gak ada. Anakan BKXBK yang belum ada seminggu di kurungan ujung kiri berkurang 3 ekor. Cek di kurungan pojok, ok, gak ada bekas galian tikus, tapi......................... di pojokan agak tersamar oleh timbunan tanah tipis ada sayap mencuat! Sialannn......!!! ini dia anakan yg umur sebulanan, seekor masih utuh, seekor lagi tinggal separo!! Kurrang ajjarrrr.... dongkoooooooollllllll bener hati ini, setetasan gak ada sisanya. Saking dongkolnya, diabsen dah itu isi kebun binatang ha..ha...ha...., sumpah.... juuueeennngggkeelllll bener pagi itu. Yahh...gimana lagi, kubur dah tuh bangkai 2 ekor anak ayam.
Cek lagi yang lainnya di seluruh kurungan, ASSEEMMM!!! Anakan BK X BK-vietnam umur semingguan juga berkurang seekor. Satu malam 6 ekor anak ayam dibabat tikus!!! bingung dah mau ngomong apa.... lemes saya....
Minggu sore pasang 'vitamin' buat tikus di 2 titik. Pagi tadi cek sudah gak ada, moga-moga tikusnya jadi sehat, soale dipojokan kurungan yang sama ditemukan lagi seekor anakan BK-Vietnam X BK-Pakhoy umur 1,5 bulanan. dah ya... mau ngabsen kebun binatang lagi.