Mengenai Saya

WA: 082124760048
Tampilkan postingan dengan label pakhoy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pakhoy. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Januari 2016

Kalau-kalau ada yang mau...

Sekitar tiga bulan terakhir ini, saat mendekati tutup tahun, saya betul-betul merasakan hasil doa saya dahuluuuuu...... saat masih belum dapat pekerjaan yang mapan: "Ya Tuhan saya ingin bekerja untuk memperoleh nafkah yang halal dan bisa menghidupi keluarga saya nantinya". Akhir tahun ini rasanya waktu 24 jam sehari masih kurang, belum juga selesai mengerjakan berkas yg satu, datang berkas lain, datang berkas lain, begitu seterusnya... Alhamdulillah masih dipercaya oleh Yang Maha Kuasa, tapi ya tetap saja namanya manusia, tekanan seperti ini bikin stress juga hi..hi..  Sempat mengalami rasa sensitif, sehingga ada hal kecil saja yang mengganggu langsung bikin emosi, gak enak bener rasanya. Namun dukungan keluarga sedikit demi sedikit bisa menenangkan hati ini, walaupun sampai hari ini proses tutup buku belum beres, walaupun masih sedikit sensitif, namun itulah tanggungjawab yang harus saya hadapi, saya harus menyelesaikan.
Akhir tahun ini saya sering pulang telat karena pekerjaan, akibatnya piaraan di rumah mesti puasa sore, maaf ya ayam-ayamku... syukurlah semua masih tetap sehat sampai hari ini meskipun harus dipaksa puasa. Sampai hari ini saya belum menambah populasi isi kandang, malah mau mengurangi, saya akan simpan dulu calon indukan sampai nanti kandangnya siap.
Ini yang akan saya kurangi:
1. Jantan wido (Pacek Pakhoy x betina bangkok), jelek, umur sekitar 6-7 bulan.
masih liar, agak bongkok, badan pendek & tidak terlalu besar.



update 17/2/2016:
sudah masuk kranjang bakul



2. Jantan kuning (pacek pakhoy x betina bangkok), jelek, umur sekitar 6-7 bulan.
masih liar, bongkok, badan pendek  tapi lebih besar dari yang wido di atas.




update 17/2/2016:
mau ditunggu perkembangannya

3. Jantan merah (Pacek BK-Saigon x betina pakhoy), umur sekitar 8 bulan.
sudah lumayan bisa dipegang, asal pelan gak akan berontak.
badan agak pendek tidak terlalu besar, jalu slewah.






video abar  no.3, cuma sebentar https://youtu.be/D00jDFjhxbM


Untuk nomor 1 & 2, satu tetasan,  kalo ada yg minat silahkan tawar berapapun, itung-itung ganti  pakan saja,  karena kondisinya ya seperti itu.
Untuk no. 3 harga Rp380 rb, bonus kiso

Sementara 3 ekor itu dulu yang akan keluar, sisanya masih akan disimpan dan diamati, mungkin akan dikeluarkan satu ekor lagi cuma belum tahu yang mana & kapan.

Rabu, 21 Oktober 2015

Foto Exclusive

Korban sebelum sempat dikubur untuk pupuk pohon pisang. Jadi gimanaa.....  gitu kalau ingat foto ini.

Jadi irit he...he...he...

Semenjak isi kebon habis plus isi kandang yang di rumah juga berkurang, kini terasa pengeluaran + tenaga untuk ngurusi peliharaan jadi ringan. Saya hitung kasar sekarang cuma keluar sekitar 30 ribuan per minggu, karena kini hanya tinggal ngasih makan 1 jago, 6 jantan muda, 3 babon, 1 betina muda, dan 6 anakan umur 1 bulan. Dari 6 jantan muda paling-paling nanti hanya nyimpan 1 atau 2 saja untuk dijadikan pacek, dan dari 6 anakan sudah pasti nyimpan 3, mudah-mudahan hidup sampai dewasa, dan mudah-mudahan tempatnya nanti cukup.
Jadi.... ya.. tinggal ini saja penampakannya:

Jantan pakhoy dan betina madagaskar coba di jodohkan, mudah-mudahan telurnya gak dihabisin sendiri.

Betina BK-pakhoy warna putih-klawu, kawin dengan BK kelabu punya anak 2 ekor warna putih. Sedangkan 4 ekor lainnya sisa dari kebon, entah dari induk yang mana, sepertinya sih dari 2 betina pakhoy kawin dengan BK-saigon (anak dari betina gundul coklat di atas) masing-masing 2 ekor, pokoknya disimpan dulu sampai dewasa.

Jantan muda, entah dari pasangan mana, sepertinya sih BK kecampuran saigon.

Jantan muda, kalau yang ini jelas anak betina BK generasi ke-2 dengan jantan pakhoy wido, seekor warna rawisnya merah.

Jantan muda BK, sepertinya anak dari betina BK tua kawin dengan cucunya. Yang betina jenis BK, entah anak dari pasangan yang mana.

Ini betina kelabu, setetasan dengan betina putih-kelabu di atas.

=======
Karena kondisi tempat yang saat ini sedang tidak memungkinkan, yakni rumah induk sedang direnovasi dan kebon tidak lama lagi akan ditanami batu-bata, maka sementara ini saya belum akan menambah populasi ternak. Jantan muda yang ada sekarang ini akan saya besarkan dulu, namun bila ada yang berminat pasti akan saya lepas. Yang betina pasti saya tahan, yang jantan mungkin hanya yang hitam muda, jago pakhoy yang  tersisa, dan 6 ekor anakan yg juga akan saya besarkan dan nanti diseleksi lagi. Sambil menunggu tempat ternak siap, plus menunggu jantan hitam muda cukup umur untuk dijodohkan. Di rumah kontrakan saya hanya bisa membawa 1 ekor saja, pun sekarang masih proses menyelesaikan tempatnya.
Kalau pembaca bingung, nih cerita kok mbuleeettt.... dibilang rumah lagi direnovasi, kebon mau di tanami batu, sekarang ngontrak, piyyee tooo...???
Jadi.... saya dulu tinggal di rumah ortu, sekarang rumah ini sudah dibagi waris 3 bagian, bagian timur dan tengah sedang direnovasi oleh kakak, tapi bagian barat tidak disentuh renovasi, nah...disitu tempat kurungan ayam-ayam saya.
Kebon dan rumah ortu masih dalam wilayah 1 RT.
Kontrakan, ada di RT sebelah tapi dekat dengan batas RT, jadi dari rumah ortu ke kontrakan jaraknya hanya sekitar 200 meter, dan kebon letaknya kira-kira ditengah antara rumah ortu dan kontrakan. Jadi setiap hari saya malah bisa olahraga jalan kaki pagi dan sore, mugo-mugo makin sehat.....amin...




Rabu, 26 Agustus 2015

Jantan muda, masih bahan

Ini 2 ekor jantan muda yang masih tersisa, umur sekitar 7 bulan, bulu leher dan ekor masih rebung, masih mulus belum pernah abar. Jantan yang lebih muda lagi masih umur 3-4 bulanan akan saya upload lain waktu.
Bisa pindah kandang, tinggal yang merah bata-gelap, cukup 300rb, bisa nego.

Maaf gambarnya jadi miring semua dan kurang jelas, aslinya sudah diedit jadi tegak, kalau ada kesempatan lagi akan saya perbaharui. Bila nanti sempat diabar meskipun sebentar juga akan saya upload videonya.

update 8/9/2015:
BOOKED rekan dari Jakarta, paket akan dikirim Sabtu, 12 September 2015, sore.
Pakhoy-BK masih kecil, umur kurang dari 4 bulan, warna rawis merah kecoklatan, jantan 2 ekor, betina 1 ekor, masih satu tetasan.
Mohon maaf, baru dapat fotonya yg seekor ini, yg 2 ekor lagi bulunya belum utuh seperti ini, foto menyusul.



Jantan Wido: SOLD !!
- pacek: Pakhoy-BK, rawis wido.
- induk: Saigon-BK-Khoy, bulu hitam, gundul.
- pegangan enak, berat masih dibawah 3 kg, badan masih kurus, tulangan lumayan.





Jantan merah bata-gelap (bingung nyebut warnanya): BOOKED rekan dari Jakarta

- pacek: BK-Saigon, rawis merah.
- induk: Khoy-Saigon-BK, bulu hitam, dominan Saigon-BK.
- pegangan enak, berat masih dibawah 3 kg, tulangan lebih kasar dari yang wido.
- minus: sayap kanan belum komplit, ada bulu yang lepas



update 14/9/2015:

Nggak bisa narsis dulu sebelum masuk kardus, dari pada lepas mending langsung dimasukkan, siap berangkat ke Stasiun Tugu, semoga sehat dan mampu menyenangkan pemilik baru.




Kamis, 26 Maret 2015

Dikurangin gak ya....???

Saat memulai memelihara ayam lagi waktu itu hanya punya seekor betina BK, pejantan tinggal pinjam punya  kakak, kurungannya sebelahan sih... Jenisnya gak tahu persis, lah kakak juga cuma dikasih kawannya yang hobiis berat ayam adu. Sebenarnya dikasih tahu jenisnya cuma kakak gak ingat apa pastinya, tapi dilihat dari tongkrongannya mendekati jenis pakhoy. Meskipun jari-jari kedua kakinya cengkrong/ciker/cacat tapi tetep aja dipake sebagai pejantan, gak masalaaah.... Beberapa waktu kemudian isi kurungan mulai tambah dengan jenis BK-Saigon beli dari teman di Pasuruan, trus tambah lagi dengan mulai menetasnya telur dari babon yang pertama. Hingga saat ini tanpa terasa sudah cukup banyak betina yang ada di kurungan yang di rumah dan di kebon, baik yang dikurung maupun yang dilepas, belum lagi beberapa anakan yang masih kecil. Jenisnya terdiri dari cross BK-Pakhoy, BK-Saigon, dan BK-Saigon-Pakhoy, ada pula yang inbreed BK-Pakhoy. Sebenarnya sih pengen bikin line-breed lagi dari beberapa betina dan pejantan yang ada, tapi terhalang oleh keadaan tempat yang terbatas, mana kurungan untuk perjodohan sudah ada yang rusak gak bisa dipakai dan belum cukup waktu untuk memperbaiki.
Ada kejadian yang membuat saya merasa kuasa Tuhan benar-benar tidak terbatas, kun fayakun, apa yang terjadi maka terjadilah. Di kebon ada 2 pejantan BK-Saigon saudara setetasan, bodi, warna, gaya tarung, hampir semuanya mirip. Saya ingat betul, hari Sabtu saya hanya ke kebon di pagi hari, ngasih makan seperti biasa, siang harinya hujan turun terus sampai sore sehingga saya gak ke kebon. Malam harinya saya kepikiran daripada punya 2 pejantan yang hampir sama mending saya KURANGI salah satu. Saya berniat mau memfoto keesokan paginya untuk diiklankan. Minggu pagi seperti biasa ngasih makan ke kebon, dikurungan perjodohan betina pertama yang saya punya dengan pejantan hitam cucunya ada bilah bambu yang patah, pejantan hitam muda berdiri lemes di pojok, weehhh... ada apa ini?? lanjut ngasih makan dulu aja... Balik dari kurungan di pojok baru kelihatan pejantan BK-Saigon yang saya niatin salah satunya mau saya jual sudah terbaring kaku, hadeehh..... niat saya yang tadi malam, meskipun hanya dalam hati ternyata di-amini oleh malaikat dan Yang Kuasa, pejantan saya BERKURANG satu ekor he..he..he... Padahal kalau dilihat fisik ayamnya BK-Saigon ini lebih gede, lebih tua, lebih atos, jalu lancip 1,5 cm, sedangkan yang hitam badan lebih kecil, jalu jagung, bulu baru lengkap, ora gandeng babar blass, memang si hitam kena mata kanannya tapi yang mati justru yang gede, opo ra marai gumun? Saya nangkapnya santai saja, makhluk bernyawa pasti mati, dan dibalik kejadian ini mungkin yang kuasa punya maksud lain untuk saya.




 

Beberapa jantan muda sudah pindah kandang, namun di kebon masih ada beberapa betina yang dilepas bebas, karena keterbatasan kurungan sepertinya saya akan MENJUAL saja beberapa betina BK-Pakhoy dan BK, ada yang hitam ada yang kelabu, paling tua usianya 2 tahun, seingat saya beberapa ada di posting awal blog ini. Kalau minat betina cross BK-Saigon-pakhoy (pakhoy-nya sedikiiit...) juga boleh, tapi baru umur 2 bulan. Harga mahal, betina dewasa 300rb, mahal loh harga segitu bagi saya.. Yang masih umur 2 bulan cukup 100rb, juga mahal kan...  Kalau pengen lihat ayah-ibunya juga beberapa masih ada. Khusus betina gundul warna coklat, umur 2 tahunan, bodi lumayan besar untuk betina, juga boleh tapi nunggu setelah periode bertelur+mengeram yang sekarang, harga special 600rb saja, cuma hati-hati aja, makannya buanyaaakk.... he..he..he...
Sudah saya sebut di awal, HARGA MAHAL, artinya itu sudah nett ya, jangan nawar lagi. Bagi yang minta foto, mohon maaaaaaafffff.... kabel data saya lagi soak belum sempat beli, jadi biar lebih mantap mendingan langsung ke tempat saya saja nggih....

Rabu, 19 November 2014

Berkah atau cobaan ??

Hiburan tiap weekend tiba bagi saya adalah bisa berkumpul dengan keluarga, bermain dengan anak-anak, dan tidak ketinggalan bermain dengan ayam-ayam di kebon. Nah...yang terakhir nih kadang jadi hiburan kadang bikin jengkel. Hari Minggu yang lalu (16/11) hujan turun cukup lama dan deras, akumulasi dengan hujan di hari-hari sebelumnya membuat tanah di kebun mulai lunak dan gembur. Di kebun nih ada dua rumpun pohon pisang kepok, yang di timur ada 2 pohon, yang satu sudah mulai keluar buahnya, satunya masih kecil. Rumpun yang di utara tengah, ada 3 pohon, 1 pohon sudah berbuah tinggal nunggu matang, 2 pohon sudah gede nunggu keluar tandan. Rumpun yang ini pohonnya gede-gede, yang sudah berbuah diameter pohonnya lebih dari 30 cm, kalau saya peluk tangan kanan masih bisa pegang belakang telapak tangan kiri. Sayangnya rumpun yang ini tumbuhnya dangkal jadi rentan roboh. Karena tanah yang gembur akhirnya kejadian, satu demi satu pohon pisang ini roboh tidak kuat menyangga beban beratnya sendiri. Masih untung tidak menimpa rumah tetangga sebelah meskipun harus saya beresi sampai habis maghrib. Buseettt dah...berat tandan pisangnya lebih berat dari berat anak sulung saya yang kelas 1 SD, tandannya lebih tinggi dari anak kedua saya yang umurnya 2 tahun. Berturut-turut pohon pisang ini roboh di hari Minggu, Senin, dan Selasa. Capeknya....
Hari Rabu pagi, ada pejantan yang lepas dari kandang karena ada jeruji yang patah. Ya gitu deh, pacroh dengan Olan Jr. yang ada di kandang lain. Oan Jr. masih cukup baik, cuma kegores dikit, udah diniati bawa ke rumah biar aman, sedang yang lepas karena sudah lemas sedang dihajar ayam muda yang memang dilepas. Beres masukin yang lemes ke kurungan lagi, pulang bentar bikin pakan trus balik lagi ke kebon. Buseetttt dahh....!! Olan Jr. sudah lemes, darah disana-sini, bonyok gak karuan, sementara jantan muda yang dilepas masih pecicilan di dekat kurungannya, ini nih biang keroknya!! Haduuuhhh.....mana jam udah mepet mo berangkat kerja malah ada kejadian kayak gini, terpaksa bersihin seadanya, minumin air gula jawa anget, kasih pereda sakit + antibiotik, tinggal pergi dah.
Hati ini sudah siap dengan kemungkinan terburuk, pulang kerja cek Olan Jr. ternyata masih hidup. Kasih minum lagi, kasih makan dikit, kasih obat lagi. Pagi ini cek lagi masih hidup, kasih minum & makan agak banyak, kasih obat lagi. Nanti sore cek lagi, masih bertahan atau wassalam. Yang bikin nyesek adalah saya nggak bisa lagi bikin keturunan pejantan ini, induknya memang masih tapi paceknya sudah gak ada. Olan Jr. adalah satu-satunya anak pejantan Olan. Olan adalah hasil inbreed dan hanya satu-satunya yang menetas dalam satu eraman. Sementara jantan yang kemarin lepas juga masih mabok, belum mau makan, cuma mau ngrawat juga gak ada waktu.
Di kurungan lain tadi pagi sudah kedengaran ciap-ciap anak ayam, cek di eraman ternyata 6 telur menetas semua, alhamdulillah.... punya keturunan lagi dari pacek pakhoy dengan induk BK, moga-moga gak dihabisi tikus lagi. PR harus segera dilanjut, dirumah masih ada proyek bikin kurungan khusus untuk anakan, baru tahap 25 %, masih panjang jalannya sementara, ada indukan lain yang juga akan menetaskan telurnya di bulan November ini. Bismillahhirrokhmannirrokhiim...semoga diberi kesehatan utnuk melanjutkan pekerjaan yang menumpuk ini.
foto nyusul yah, kalau sempat.

update 20/12/2014:

pohon pisang ambruk, berattt bro....
 panjang tandan dari sisir paling atas sampai sisir paling bawah mencapai 75 cm





Olan Jr., pejantan yang paling di eman karena pembawa gen yang saya harapkan bisa menurunkan tipe tarung seperti buyutnya akhirnya tewas, sepertinya gegar otak. Anakannya tinggal tersisa 3 ekor dari 2 betina berbeda, moga-moga segera ada waktu untuk menyelesaikan kurungan untuk anakan sehingga 3 ekor yang tersisa bisa dipindah agar kesehatan dan pertumbuhannya lebih terpantau. Nggak bisa bikin lagi keturunan yang kayak gini , nyeseeekk bener....

6 ekor anakan dari pacek pakhoy dengan induk BK tinggal 2 ekor akibat seleksi alam.