Mengenai Saya

WA: 082124760048
Tampilkan postingan dengan label BK-Vietnam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BK-Vietnam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juli 2020

Blood Line baru - 3: Mangon Baduy X BK

Ada satu lagi pasangan coba-coba, pejantan Mangon Baduy cross dengan betina BK.
Betina BK ini anak dari pejantan Kelabu (pejantan BK terakhir sebelum pake Mangon Baduy) dengan betina kelabu gelap (3 darah - anak dari pejantan BK-Saigon x betina BK-Pakhoy).
Sekarang ini pejantan Mangon Baduy sudah dijodohkan dengan 4 betina:

1. x betina BK-Pakhoy, warna hitam, kaki hitam-coklat
anak-anaknya keluar warna bulu batik, warna ayam kekinian: batik coklat-hitam, satu ekor yg masih tinggal di kandang berwarna batik hitam putih ada coklatnya, kaki hijau.
- babon SOLD -



2. x betina 3 darah, warna kelabu gelap, kaki hijau
anak-anaknya berwarna hitam dan kelabu ada batiknya sedikit, kaki hitam-coklat-putih.
- babon SOLD -



3. x betina BK, warna kelabu muda, ujung ekor ada putihnya, kaki hijau ada spot hitam.
anak-anaknya berwarna hitam, belum kelihatan ada batik atau tidak karena baru netas 2 hari yg lalu, kaki hitam ada belang putihnya.
 - SOLD OUT - borongan simbok sak anak e


4. x betina Mangonkong, warna coklat muda, kaki kuning gading.
anak-anaknya mayoritas warna terang, ada batiknya, kaki kuning gading.
*babon hitam untuk nitip mengeram telur dari betina mangonkong
  - babon hitam SOLD -


Pertanyaannya.....

Betina mana yang punya gen dominan?
Betina mana yang punya gen resesif?

Jawab: durung ngerti, masih ada kemungkinan untuk berbeda keturunan jika ketemu pejantan lain.

Senin, 27 Mei 2019

Double Team - Iwake Pitik #4

Sebenarnya masih pengen dapat anakan betina dari pasangan jago merah+betina putih klawu tua, tapi nggak diijinkan oleh yang Punya Kuasa. Belum sempat bertelur lagi keburu jantannya mati. Pada saat yang sama jantan wido+ babon BK hitam kok ndilalah mau bertelur sampai mengeram, padahal biasanya telurnya habis dicaploki sendiri, yowis... alhamdulillaahh...
Trus jantan wido dijodohkan dengan babon putih klawu yang ditinggal mati si merah. Ndilalah juga mau kawin, nah.. tinggal nunggu bertelur nih... namun apa mau dikata kalo Yang Punya Kuasa berkehendak. Jantan wido pun tewas. Harapan keturunan si wido pun berhenti sampai di keturunannya dengan babon BK hitam.
Pada masa yang sama, betina kelabu, pasangan jantan hitam, mengeram untuk yang ke-3 kalinya. Kebetulan telur-telur dari kedua pasangan ini waktu menetasnya bersamaan, terpaksa anakannya dicampur, bisa lah nanti dibedakan, kalaupun tidak tepat tetap saja itu ayam dari Kandang Abang, ngono wae rasah digawe angel.
Agar kedua induk tidak stress maka masing-masing betina biar bawa anak yang terakhir menetas, biar belajar momong. Anakan lainnya masuk ke akuarium, total ada 14 ekor kuthuk di situ.

BK hitam:


  

Kelabu gelap:






Campur, total 14 ekor:
ada 1 ekor calon wido, moga-moga tumbuh sehat hingga beranak pinak



update 14/6/2019:
umur sebulan, perbandingan antara kuthuk yang ikut simboknya dengan yang dipisah terpaut cukup jauh. Yang paling kecil di akuarium tetap lebih besar tubuhnya dari yang ikut simbok.

Minggu, 14 April 2019

Anak Baru - Iwake Pitik #3

Mumpung ada pasangan yang sedang hot..... koyo opo wae hot he..he..he.. Mumpung sedang ada pasangan yang aman, babon waras gak notholi endhog, ya gitu... tancap gas terus....
Anakan yang terakhir sudah punya adik nih... netas tgl. 19 Maret. Meskipun yang umur tanggung masih ada di kandang, tetap nekat tambah tetasan.






sekarang inipun pasangan induknya sudah mulai bertelur lagi, dan tetap akan ditetaskan lagi. Isi kandange luber yoben... bentar lagi Idul Fitri. Kalo gak dimasak sendiri ya lempar ke padagang ayam kan bisa buat ganti beli pakan ayam.


update 28/5/19:

rombongan yang ini berkurang 1 ekor, tiba-tiba kakinya lemes. Nggak pake lama pindah ke penggorengan.


update 16/9/19:

Akhirnya tinggal dua....





1. Sudah laku


2. Belum berani kepruk-keprukan  Sudah laku



Rabu, 16 Januari 2019

Isi kandang nambah lagi - iwake pitik #2

Nggak terasa ternyata lebih dari setengah tahun tidak ada suara ciap-ciap ayam kecil di kandang - sebelum yang menetas Desember 2018 kemarin ya...
Anakan sebelumnya hanya 2, betina, warna sama-sama kelabu, induk sama, bapak beda. Mumpung sudah mau bertelur sekalian saja dikawinkan. Yang lebih tua malah belum pernah menetaskan telur, entah kenapa. Yang lebih muda dikawinkan dengan jantan hitam, baru sekali nelor ini malah bisa menetas.
Saatnya menikmati lagi memelihara anak ayam...

Ini bapake:







Ini ibuke:





Menetas tgl. 13 Januari 2019:


update tgl. 27/02/2019:






Ada seekor yang sempat sakit (paling kiri, cuma terlihat leher sampai kepala), tiba-tiba kakinya seperti lumpuh layuh kurang lebih 3 hari. Coba-coba saja kaki yang lemes saya tarik-tarik dan pijit pelan-pelan, ndilalah... dua hari kemudian bisa berdiri dan berjalan walaupun masih tidak normal, ndilalah lagi... 2 minggu kemudian bisa pulih berjalan normal meskipun jarinya ciker 2. Hanya saja pertumbuhannya juga kalah sama yang lain meskipun nafsu makannya tetap bagus.


update 15/4/2019:

anak ayam yang sempat sakit akhirnya koit juga


update 28/5/2019:

tinggal 1 ini, masih malu-malu nggak pernah ketemu menungso



update 17/6/2019:

masih liar tapi sudah mendingan



update 23/7/2019: 

Tewas


Jumat, 15 Januari 2016

Kalau-kalau ada yang mau...

Sekitar tiga bulan terakhir ini, saat mendekati tutup tahun, saya betul-betul merasakan hasil doa saya dahuluuuuu...... saat masih belum dapat pekerjaan yang mapan: "Ya Tuhan saya ingin bekerja untuk memperoleh nafkah yang halal dan bisa menghidupi keluarga saya nantinya". Akhir tahun ini rasanya waktu 24 jam sehari masih kurang, belum juga selesai mengerjakan berkas yg satu, datang berkas lain, datang berkas lain, begitu seterusnya... Alhamdulillah masih dipercaya oleh Yang Maha Kuasa, tapi ya tetap saja namanya manusia, tekanan seperti ini bikin stress juga hi..hi..  Sempat mengalami rasa sensitif, sehingga ada hal kecil saja yang mengganggu langsung bikin emosi, gak enak bener rasanya. Namun dukungan keluarga sedikit demi sedikit bisa menenangkan hati ini, walaupun sampai hari ini proses tutup buku belum beres, walaupun masih sedikit sensitif, namun itulah tanggungjawab yang harus saya hadapi, saya harus menyelesaikan.
Akhir tahun ini saya sering pulang telat karena pekerjaan, akibatnya piaraan di rumah mesti puasa sore, maaf ya ayam-ayamku... syukurlah semua masih tetap sehat sampai hari ini meskipun harus dipaksa puasa. Sampai hari ini saya belum menambah populasi isi kandang, malah mau mengurangi, saya akan simpan dulu calon indukan sampai nanti kandangnya siap.
Ini yang akan saya kurangi:
1. Jantan wido (Pacek Pakhoy x betina bangkok), jelek, umur sekitar 6-7 bulan.
masih liar, agak bongkok, badan pendek & tidak terlalu besar.



update 17/2/2016:
sudah masuk kranjang bakul



2. Jantan kuning (pacek pakhoy x betina bangkok), jelek, umur sekitar 6-7 bulan.
masih liar, bongkok, badan pendek  tapi lebih besar dari yang wido di atas.




update 17/2/2016:
mau ditunggu perkembangannya

3. Jantan merah (Pacek BK-Saigon x betina pakhoy), umur sekitar 8 bulan.
sudah lumayan bisa dipegang, asal pelan gak akan berontak.
badan agak pendek tidak terlalu besar, jalu slewah.






video abar  no.3, cuma sebentar https://youtu.be/D00jDFjhxbM


Untuk nomor 1 & 2, satu tetasan,  kalo ada yg minat silahkan tawar berapapun, itung-itung ganti  pakan saja,  karena kondisinya ya seperti itu.
Untuk no. 3 harga Rp380 rb, bonus kiso

Sementara 3 ekor itu dulu yang akan keluar, sisanya masih akan disimpan dan diamati, mungkin akan dikeluarkan satu ekor lagi cuma belum tahu yang mana & kapan.

Rabu, 21 Oktober 2015

Foto Exclusive

Korban sebelum sempat dikubur untuk pupuk pohon pisang. Jadi gimanaa.....  gitu kalau ingat foto ini.

Jadi irit he...he...he...

Semenjak isi kebon habis plus isi kandang yang di rumah juga berkurang, kini terasa pengeluaran + tenaga untuk ngurusi peliharaan jadi ringan. Saya hitung kasar sekarang cuma keluar sekitar 30 ribuan per minggu, karena kini hanya tinggal ngasih makan 1 jago, 6 jantan muda, 3 babon, 1 betina muda, dan 6 anakan umur 1 bulan. Dari 6 jantan muda paling-paling nanti hanya nyimpan 1 atau 2 saja untuk dijadikan pacek, dan dari 6 anakan sudah pasti nyimpan 3, mudah-mudahan hidup sampai dewasa, dan mudah-mudahan tempatnya nanti cukup.
Jadi.... ya.. tinggal ini saja penampakannya:

Jantan pakhoy dan betina madagaskar coba di jodohkan, mudah-mudahan telurnya gak dihabisin sendiri.

Betina BK-pakhoy warna putih-klawu, kawin dengan BK kelabu punya anak 2 ekor warna putih. Sedangkan 4 ekor lainnya sisa dari kebon, entah dari induk yang mana, sepertinya sih dari 2 betina pakhoy kawin dengan BK-saigon (anak dari betina gundul coklat di atas) masing-masing 2 ekor, pokoknya disimpan dulu sampai dewasa.

Jantan muda, entah dari pasangan mana, sepertinya sih BK kecampuran saigon.

Jantan muda, kalau yang ini jelas anak betina BK generasi ke-2 dengan jantan pakhoy wido, seekor warna rawisnya merah.

Jantan muda BK, sepertinya anak dari betina BK tua kawin dengan cucunya. Yang betina jenis BK, entah anak dari pasangan yang mana.

Ini betina kelabu, setetasan dengan betina putih-kelabu di atas.

=======
Karena kondisi tempat yang saat ini sedang tidak memungkinkan, yakni rumah induk sedang direnovasi dan kebon tidak lama lagi akan ditanami batu-bata, maka sementara ini saya belum akan menambah populasi ternak. Jantan muda yang ada sekarang ini akan saya besarkan dulu, namun bila ada yang berminat pasti akan saya lepas. Yang betina pasti saya tahan, yang jantan mungkin hanya yang hitam muda, jago pakhoy yang  tersisa, dan 6 ekor anakan yg juga akan saya besarkan dan nanti diseleksi lagi. Sambil menunggu tempat ternak siap, plus menunggu jantan hitam muda cukup umur untuk dijodohkan. Di rumah kontrakan saya hanya bisa membawa 1 ekor saja, pun sekarang masih proses menyelesaikan tempatnya.
Kalau pembaca bingung, nih cerita kok mbuleeettt.... dibilang rumah lagi direnovasi, kebon mau di tanami batu, sekarang ngontrak, piyyee tooo...???
Jadi.... saya dulu tinggal di rumah ortu, sekarang rumah ini sudah dibagi waris 3 bagian, bagian timur dan tengah sedang direnovasi oleh kakak, tapi bagian barat tidak disentuh renovasi, nah...disitu tempat kurungan ayam-ayam saya.
Kebon dan rumah ortu masih dalam wilayah 1 RT.
Kontrakan, ada di RT sebelah tapi dekat dengan batas RT, jadi dari rumah ortu ke kontrakan jaraknya hanya sekitar 200 meter, dan kebon letaknya kira-kira ditengah antara rumah ortu dan kontrakan. Jadi setiap hari saya malah bisa olahraga jalan kaki pagi dan sore, mugo-mugo makin sehat.....amin...




Rabu, 26 Agustus 2015

Jantan muda, masih bahan

Ini 2 ekor jantan muda yang masih tersisa, umur sekitar 7 bulan, bulu leher dan ekor masih rebung, masih mulus belum pernah abar. Jantan yang lebih muda lagi masih umur 3-4 bulanan akan saya upload lain waktu.
Bisa pindah kandang, tinggal yang merah bata-gelap, cukup 300rb, bisa nego.

Maaf gambarnya jadi miring semua dan kurang jelas, aslinya sudah diedit jadi tegak, kalau ada kesempatan lagi akan saya perbaharui. Bila nanti sempat diabar meskipun sebentar juga akan saya upload videonya.

update 8/9/2015:
BOOKED rekan dari Jakarta, paket akan dikirim Sabtu, 12 September 2015, sore.
Pakhoy-BK masih kecil, umur kurang dari 4 bulan, warna rawis merah kecoklatan, jantan 2 ekor, betina 1 ekor, masih satu tetasan.
Mohon maaf, baru dapat fotonya yg seekor ini, yg 2 ekor lagi bulunya belum utuh seperti ini, foto menyusul.



Jantan Wido: SOLD !!
- pacek: Pakhoy-BK, rawis wido.
- induk: Saigon-BK-Khoy, bulu hitam, gundul.
- pegangan enak, berat masih dibawah 3 kg, badan masih kurus, tulangan lumayan.





Jantan merah bata-gelap (bingung nyebut warnanya): BOOKED rekan dari Jakarta

- pacek: BK-Saigon, rawis merah.
- induk: Khoy-Saigon-BK, bulu hitam, dominan Saigon-BK.
- pegangan enak, berat masih dibawah 3 kg, tulangan lebih kasar dari yang wido.
- minus: sayap kanan belum komplit, ada bulu yang lepas



update 14/9/2015:

Nggak bisa narsis dulu sebelum masuk kardus, dari pada lepas mending langsung dimasukkan, siap berangkat ke Stasiun Tugu, semoga sehat dan mampu menyenangkan pemilik baru.




Senin, 06 Oktober 2014

Punya momongan lagi…




Keturunan pasangan baru sudah menetas lagi, semoga jadi pasangan yang cocok agar tidak perlu bongkar lagi. Menetas 6 dari 7 telur yang dierami.
Betina BK-vietnam 



Pejantan BK 

Senin, 22 September 2014

BK-Saigon X BK

Masih edisi pencarian pasangan baru, sudah kelihatan hasil yang memuaskan dari pasangan pacek BK-Saigon X betina pakhoy, niatnya pasangan ini nanti diteruskan lagi tapi malah sekarang betinanya bonyok karena pacroh, nasiiiib... Ada lagi anak pasangan pacek BK-Saigon X betina BK-Saigon-Birma, sekarang baru umur sebulanan. Ada lagi anak pasangan pacek BK-Saigon-Pakhoy X betina BK-Saigon, juga masih umur sebulanan, warna putih. Ada lagi anak pasangan pacek Pakhoy-BK X betina BK-Saigon-Birma, umur sebulanan juga. Sekarang mencoba lagi pasangan BK-Saigon X betina BK, baru semingguan yang lalu menetas. Dari pasangan-pasangan ini akan dilihat lagi anakan pasangan mana yang tarungnya masuk kriteria. Sekarang ya menunggu 7 bulan lagi untuk tahu jawabannya.....

Anak pacek BK-Saigon X betina BK:

Senin, 08 September 2014

Butuh ayam betina ???

Saat memulai dan memantapkan hati untuk memelihara ayam lagi yang pertama terpikirkan adalah mencari calon induk jantan dan betina.Saat itu sudah ada gambaran cari indukan dari peternak yang ikut bergabung dalam salah satu grup ayam laga di dunia maya. Namun tidak disangka justru malah dapat anak betina dari jago yang dimiliki teman, tidak disangka pula kualitasnya bagus, terbukti sampai saat ini keturunannya sudah sampai cicit pun masih bagus.Saya pribadi lebih memilih menggunakan betina dari keturunan ayam-ayam saya sendiri karena saya  lebih tahu dari keturunan mana dan  kekurangan maupun keunggulannya apa. Kini sudah ada beberapa betina yang saya jadikan indukan, beberapa yang bermasalah sudah dipindah di penggorengan saat Idul Fitri yang lalu.
Dari beberapa pasangan indukan sekarang ini masih ada 2 ekor betina muda yang menurut saya pribadi pantas dijadikan induk, jenis Bangkok dan sedikit ada gen Vietnam. Sebenarnya ada 5 ekor, saya sendiri sudah menyimpan 2 ekor, 1 ekor lainnya sudah pindah kandang. Gak takut betina keluar dari kandang? Gak masalah, nantinya dia akan tahu bagaimana kualitas peliharaan kita dan tidak akan segan untuk kembali kepada kita kok...
Ini foto 2 betina yang tersisa bila berkenan meminangnya, nanti kualitas anakannya bagaimana? kan belum pernah punya keturunan? Tenang saja, disini masih ada 1 ekor jantan muda kakak dari betina ini yang bisa dijadikan tolok ukur kualitasnya. Meski kena bubul tapi sempat dicoba abar sebentar gak sampai 2 menit, pukulannya klutak-klutuk, jalu main, itu aja info jantannya, ngibulnya gak usah banyak-banyak, gak percaya monggo, percaya syukur he..he..he..
Siapa tahu ada yang berminat silahkan sms/call ke no HP saya, kalau tidak ada ya  cuma nunggu bulunya utuh trus disembelih. Yang pasti:  saya tidak akan berani meng-upload di blog ini kalau kualitasnya tidak jelas. Harga masih terbilang miring: @250rb, nett, gak ada tawar-menawar.


update 19/9/2014:
kaki hijau hitam berangkat ke Jakarta Sabtu (20/9), terimakasih.

 update 22/9/2014:
nampang sebelum masuk box


 siap berangkat:
Perkiraan sampai Stasiun Jatinegara pukul 9 keesokan harinya, namun Minggu pagi jam 8 sudah ada info bahwa paket sudah sampai ditangan. Terimakasih atas kepercayaannya, semoga dapat menyenangkan majikan baru ditempat baru.



Rabu, 27 Agustus 2014

Anak-anak Kecil

Beberapa betina muda hasil cross berbeda jenis sudah mulai dewasa, gatel juga rasanya pengen nge-cross lagi dengan pasangan yang berbeda. Hasil cross coba-coba sudah mulai menetas:

1. Jantan BK-Viet X betina BK-Viet-Birma




 ini bapaknya:


2. Jantan Pakhoy-BK X betina BK-Viet-Birma
 ini bapaknya:



Dua ekor betina, hitam dan kelabu, ini saudara setetasan tapi hasilnya beda. Yang kelabu cuma kecil seperti induknya, sedang yang hitam lumayan besar seperti neneknya dan wajahnya agak kehitaman, lumayan serem menurut saya.