Mengenai Saya

WA: 082124760048
Tampilkan postingan dengan label tarung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tarung. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Januari 2021

Uji Coba Petarung Amatir

 Klawu wido (Mangon Baduy x Mangonkong) vs BK - abar ke-1


Wido (Mangon Baduy x Mangonkong) vs BK - abar ke-1


 

Gondang - anak Tompel (mangonkong) vs BK - abar ke-2

 

 

update 10/8/2021:

mohon maaf video kena sensor


 

 

Jumat, 20 November 2020

Warna-warni..... Pilih Saja Kalo Mau..

Tidak terasa sudah masuk bulan November, tidak terasa sudah mau akhir tahun, tidak terasa hujan sudah sering turun membasahi bumi, tidak terasa anak-anak ayam makin besar. Kayaknya butuh geber komplit nih untuk bisa tes hasil kandang. Kalo diitung-itung bikin sendiri bisa cukup menghemat dana, cuma ngatur waktunya ini yg agak sulit, akhir tahun gini kerjaan gak bisa diajak kompromi. Yang penting nanti cari bahannya dulu, ngerjainnya dicicil kayaknya masih bisa lah... Masih ada cukup waktu wong ayamnya masih tipis, masih ngebung dan masih segini....

Hitam - ngebung - baret - wido - baduy x mangonkong - 5 bulan jalan:

Klawu - ngebung - wido - baduy x mangonkong - 5 bulan jalan:


Klawu - batik - wido - muda - baduy x mangonkong  - 4 bulan jalan:


Klawu - merah - wido - muda - baduy x mangonkong - 4 bulan jalan:


Gondang - ngebung - anak Tompel - 5 bulan jalan:


Hitam - merah - ngebung - anak Tompel - 5 bulan jalan:


Ojo lali..... semua punya darah mangonkong yeee........




Ayam Pendatang

Akhirnya di kandang tinggal seekor jantan mangon baduy dan seekor betina mangonkong, yang lain? Dah terbang ke tampat lain. Sepasang mangon ini akhirnya menikmati bulan madu tanpa ada gangguan dari ayam lain, hasilnya? Punya telor 23, ra ndobos iki....!!! Punya anak 14, kena seleksi alam masih 11 ekor, jantannya 4. 

Karena masih punya waktu cukup lama untuk menunggu si anak-anak ini untuk dewasa dan mumpung masih ada dana untuk transfer maka dengan gagah berani (halahhh......) didatangkanlah anak-anak ayam ini.....




Masih pada mabok habis turun dari bus.

Penampakan sekarang, salah duanya.....



Dan....... menunggu satu tahun lagi lebih untuk punya keturunannya, suwe dab..... makane anake sok larang regane ha..ha...haaa 

Siap-siap nabung dari sekarang kalo pengen anaknya nanti yee.......

Minggu, 12 Juli 2020

Blood Line baru - 3: Mangon Baduy X BK

Ada satu lagi pasangan coba-coba, pejantan Mangon Baduy cross dengan betina BK.
Betina BK ini anak dari pejantan Kelabu (pejantan BK terakhir sebelum pake Mangon Baduy) dengan betina kelabu gelap (3 darah - anak dari pejantan BK-Saigon x betina BK-Pakhoy).
Sekarang ini pejantan Mangon Baduy sudah dijodohkan dengan 4 betina:

1. x betina BK-Pakhoy, warna hitam, kaki hitam-coklat
anak-anaknya keluar warna bulu batik, warna ayam kekinian: batik coklat-hitam, satu ekor yg masih tinggal di kandang berwarna batik hitam putih ada coklatnya, kaki hijau.
- babon SOLD -



2. x betina 3 darah, warna kelabu gelap, kaki hijau
anak-anaknya berwarna hitam dan kelabu ada batiknya sedikit, kaki hitam-coklat-putih.
- babon SOLD -



3. x betina BK, warna kelabu muda, ujung ekor ada putihnya, kaki hijau ada spot hitam.
anak-anaknya berwarna hitam, belum kelihatan ada batik atau tidak karena baru netas 2 hari yg lalu, kaki hitam ada belang putihnya.
 - SOLD OUT - borongan simbok sak anak e


4. x betina Mangonkong, warna coklat muda, kaki kuning gading.
anak-anaknya mayoritas warna terang, ada batiknya, kaki kuning gading.
*babon hitam untuk nitip mengeram telur dari betina mangonkong
  - babon hitam SOLD -


Pertanyaannya.....

Betina mana yang punya gen dominan?
Betina mana yang punya gen resesif?

Jawab: durung ngerti, masih ada kemungkinan untuk berbeda keturunan jika ketemu pejantan lain.

Jumat, 15 November 2019

Generasi baru: Jago Kelabu x babon kelabu

Jantan muda x betina muda

ini bapak-e

ini simbok dan anak-anak

masuk umur 2 bulan, warna gradasi dari hitam ke abu-abu terang

update 3/5/2020:
Anakan +pejantan sudah diborong, tinggal biangnya.

Double Team: Jago hitam x babon kelabu

Jago hitam (BK) x babon kelabu (Pakhoy-BK-saigon)

Tinggal 3 ekor, 1 jantan 2 betina.

Jantan: SOLD OUT

postur kecil


Betina: sudah laku

warna kelabu ada sedikit putih, postur juga kecil

Double Team: Jago Wido x babon hitam

Jago wido (BK-pakhoy) x babon kelabu (BK-Pakhoy-saigon)

Sekarang tinggal 5 ekor umur 5 bulanan, jantan 3 betina 2.

Jantan 1 - wido: di jual = di dol = for sale










Jantan 2 - wido: NOT FOR SALE









Jantan 3 - abang sapi: di jual = di dol = for sale

foto lawas





Babon :

ada 2, sepanjang leher ada bulu agak kuning-coklat, seperti pada jantan tapi bulu biasa, bukan rawis.
he..he.. bayangno dewe lah...



update 15/6/2020:

Nyisain betina satu saja, lainnya yg mau disimpen ikut diborong, SOLD OUT.

Senin, 22 Juli 2019

Tawur

Jantan muda ada 3 ekor, 1 untuk pangganti pejantan, 2 dilihat perkembangannya. Nunggu sampai bulu rebungnya mateng baru dilihat tarungnya. Maksud hati sih begitu, tapi...

Biasanya sore hari pulang kerja saya usahakan ngecek piaraan walau cuma sebentar, cuma kemaren sore setelah pulang kerja mesti jemput anak les, jadi sampai rumah sudah hampir maghrib. Badan capek, lapar, dah hampir gelap, gamang mau ngecek apa enggak. Akhirnya gak jadi ngecek ke kandang.

Pagi tadi seperti biasa habis subuh ngasih sarapan, sampai kandang masih lumayan gelap. Rutinitas ngasih makan dari yang kecil baru ke yang gede, blok kanan selesai trus pindah blok sebelah kiri. Baru buka pintu kelihatannya cuma hitam-hitam 2 sebelahan. Perasaan cuma si wido muda yang ada di sini, lainnya di dalam semua, pintu juga nutup semua. Setelah kepegang baru ngeh, ternyata si merah yang ada di kandang dalam bisa lolos dari pintu yang engselnya karatan. Nggak tahu dari kapan tawur tapi pagi tadi keduanya sudah kaku.

hadeehh.....



di ujung belakang itu mestinya si merah ada di dalam sana.


Minggu, 14 April 2019

Anak Baru - Iwake Pitik #3

Mumpung ada pasangan yang sedang hot..... koyo opo wae hot he..he..he.. Mumpung sedang ada pasangan yang aman, babon waras gak notholi endhog, ya gitu... tancap gas terus....
Anakan yang terakhir sudah punya adik nih... netas tgl. 19 Maret. Meskipun yang umur tanggung masih ada di kandang, tetap nekat tambah tetasan.






sekarang inipun pasangan induknya sudah mulai bertelur lagi, dan tetap akan ditetaskan lagi. Isi kandange luber yoben... bentar lagi Idul Fitri. Kalo gak dimasak sendiri ya lempar ke padagang ayam kan bisa buat ganti beli pakan ayam.


update 28/5/19:

rombongan yang ini berkurang 1 ekor, tiba-tiba kakinya lemes. Nggak pake lama pindah ke penggorengan.


update 16/9/19:

Akhirnya tinggal dua....





1. Sudah laku


2. Belum berani kepruk-keprukan  Sudah laku



Jumat, 15 Januari 2016

Kalau-kalau ada yang mau...

Sekitar tiga bulan terakhir ini, saat mendekati tutup tahun, saya betul-betul merasakan hasil doa saya dahuluuuuu...... saat masih belum dapat pekerjaan yang mapan: "Ya Tuhan saya ingin bekerja untuk memperoleh nafkah yang halal dan bisa menghidupi keluarga saya nantinya". Akhir tahun ini rasanya waktu 24 jam sehari masih kurang, belum juga selesai mengerjakan berkas yg satu, datang berkas lain, datang berkas lain, begitu seterusnya... Alhamdulillah masih dipercaya oleh Yang Maha Kuasa, tapi ya tetap saja namanya manusia, tekanan seperti ini bikin stress juga hi..hi..  Sempat mengalami rasa sensitif, sehingga ada hal kecil saja yang mengganggu langsung bikin emosi, gak enak bener rasanya. Namun dukungan keluarga sedikit demi sedikit bisa menenangkan hati ini, walaupun sampai hari ini proses tutup buku belum beres, walaupun masih sedikit sensitif, namun itulah tanggungjawab yang harus saya hadapi, saya harus menyelesaikan.
Akhir tahun ini saya sering pulang telat karena pekerjaan, akibatnya piaraan di rumah mesti puasa sore, maaf ya ayam-ayamku... syukurlah semua masih tetap sehat sampai hari ini meskipun harus dipaksa puasa. Sampai hari ini saya belum menambah populasi isi kandang, malah mau mengurangi, saya akan simpan dulu calon indukan sampai nanti kandangnya siap.
Ini yang akan saya kurangi:
1. Jantan wido (Pacek Pakhoy x betina bangkok), jelek, umur sekitar 6-7 bulan.
masih liar, agak bongkok, badan pendek & tidak terlalu besar.



update 17/2/2016:
sudah masuk kranjang bakul



2. Jantan kuning (pacek pakhoy x betina bangkok), jelek, umur sekitar 6-7 bulan.
masih liar, bongkok, badan pendek  tapi lebih besar dari yang wido di atas.




update 17/2/2016:
mau ditunggu perkembangannya

3. Jantan merah (Pacek BK-Saigon x betina pakhoy), umur sekitar 8 bulan.
sudah lumayan bisa dipegang, asal pelan gak akan berontak.
badan agak pendek tidak terlalu besar, jalu slewah.






video abar  no.3, cuma sebentar https://youtu.be/D00jDFjhxbM


Untuk nomor 1 & 2, satu tetasan,  kalo ada yg minat silahkan tawar berapapun, itung-itung ganti  pakan saja,  karena kondisinya ya seperti itu.
Untuk no. 3 harga Rp380 rb, bonus kiso

Sementara 3 ekor itu dulu yang akan keluar, sisanya masih akan disimpan dan diamati, mungkin akan dikeluarkan satu ekor lagi cuma belum tahu yang mana & kapan.

Selasa, 10 Maret 2015

Kandang Masih Ada Isinya

Alhamdulillahhirobbil 'alamiin.....
Yang Kuasa masih berkenan memberikan dan membuka pintu rejeki bagi umatnya. Lama juga ya ternyata blog ini tidak saya update, yach... itu tadi kembali ke masalah rejeki dari Yang Kuasa. Bulan November 2014 saya diminta menempati bagian yang berbeda dengan load kerja yang lebih padat, apalagi akhir tahun. Jadinya gak sempat update karena memang kerjaan yang bertubi-tubi, dan efeknya juga berpengaruh ke isi kandang. Lumayan sering tidak sempat cek kandang kebon di sore hari, paling hanya cek kurungan yang dirumah, akibatnya kurungan yang yang sudah berumur cukup lama pun tidak terpantau kerusakannya, akibatnya lagi ya...tahu sendiri lah...
Seminggu yang lalu pejantan BK-Saigon lepas dari kurungan, pacroh gak ketahuan. Lawannya yg didalam kurungan sekarang masih teler, mata merem satu, kurungannya pun sampai bolong karena bilah bambunya sampai ada yang patah. Si BK-Saigon sendiri saya temukan di pojok kebon sudah kaku, nasib....
Masih ada saudara setetasan si BK-Saigon yang mati tadi yang sedang dijodohkan, karena betinanya sudah mengeram maka BK-Saigon yang satu ini pun saya pindah kurungan. Ternyata ada bagian kurungan yang sudah keropos sehingga dia bisa keluar. Kelanjutannya ya bisa ditebak, BK-Saigon ini pacroh dengan Pakhoy-BK yang ada di kurungan sebelah karena sedang dijodohkan. Hasilnya, muka pada hitam, untung gak parah, bilah bambu ada yang patah satu tapi belum lepas, hadeehhh...
Beberapa jantan muda yang dilepas bebas di kebon sudah pindah kandang, kualitasnya saya anggap bisa dipertanggungjawabkan, dari komentar si pembeli yang menggambarkan jago yang dia ambil, meski belum seperti yang saya inginkan. Mungkin besok akan bikin adiknya bila kurungan sudah selesai diperbaiki, namun sementara ini saya masih mencoba mencari pasangan yang baru yang sekiranya cocok.
Masih ada seekor jantan muda kelabu  yang memang akan saya simpan dahulu, seiring umur yang telah mendekati dewasa maka si kelabu ini pun mulai menunjukkan "kejantanan"nya. Pagi ini tadi saat ngasih makan terlihat mukanya ada luka sedikit, ya gak apalah... Lanjut ngasih makan, sampai kurungan si BK-Saigon, lah....kok matanya merem kabeh, wis... mesti kehajar si kelabu nih... Mau ngurungin si kelabu  di kurungan pun urung karena kurungannya sudah ada yang keropos, yowislah... biarin aja dulu, kepeksone pacroh yo kono karepmu.
Sementara ini baru ada jantan muda 2 ekor tapi ukurannya kecil, entahlah masih bisa tambah gede lagi atau enggak. Generasi bawahnya lagi dari pasangan indukan yang berbeda baru berumur 1,5 bulanan dan 1 mingguan, masih lama untuk bisa tahu kualitasnya seperti apa. Pertengahan bulan Maret ini tampaknya akan ada yang menetas lagi, dari pasangan yang berbeda pula, semoga kualitasnya bisa seperti yang diharapkan biar gak perlu mencoba-coba lagi.

*ini tetasan akhir Januari 2015, jantan ada 6 (terjual 3), ada afkirnya 1 ekor siap untuk opor lebaran Idul Fitri bulan Juli 2015


Di sisi lain, resiko kematian peliharaan tidak saya anggap sebagai halangan, halangan kecil mulai muncul. Ada tetangga sebelah yang menganggap tempat ternak saya bau, padahal tembok rumah dia cukup tinggi, angin-angin yang masuk ke rumah dia pun hanya kecil dan cukup tinggi. Mestinya kalau ada komplain malah datang dari rumah yang ada di depan kebon. Jengkelnya si tetangga ini gak berani bilang langsung ke saya, itu yang paling sangat saya benci, nggak jantan, kalau ada komplain saya lebih suka langsung face to face. Sempat sih Pak RT dan beberapa tetangga lain datang ke kebon, saya sih belum tahu kalau maksud mereka untuk mengecek, dan kenyatannya memang jauh dari bau yang menyengat. Saya merasa komplain ini hanya pemaksaan kehendak pribadi, nyatanya gak berani face-to face kok... dan saya juga merasa memang orang ini menyepelekan saya, karena dulu pernah ada kejadian yang membikin saya naik darah dan hampir saya melabraknya, namun istri saya melarang, ya akhirnya gak jadi meskipun saya betul-betul marah. Saya sih sudah siap untuk pembuktian kalau dia masih ngotot.
Kalau tetangga satunya lagi berani face to face, saya justru sangat menghargai yang ini  karena dia langsung bilang kalau ada sesuatu, seperti awal mula dulu saat beberapa ekor ayam saya nangkring di temboknya dia dan bikin kotor, gak pake lama langsung saya respon dengan mengurung ayam yang bikin ulah tersebut. Belum lama dia bilang lagi katanya ada "mreki" (gurem kah?) yang mengganggu, tapi di kebon saya belum pernah menemukan gurem di ayam yang mengeram, mungkin maksudnya biar kurungannya agak digeser karena berada dekat dengan kamarnya. Kalau itu sih saya akui saya kurang memperhatikannya, mumpung kurungannya sudah mulai rusak memang sekalian akan saya geser dari tempat semula. Tapi nunggu ya bos, saya belum ada waktu untuk bikin kurungan, tapi jangan khawatir, itu akan jadi prioritas saya, terimakasih untuk permintaannya, good neighbour!!
Foto tetangga yang reseh dan yang baik? Gak usahlah, nanti jadi panjang urusannya, lagipula yang reseh bisa bikin penuh layar komputer, tersangkanya gendut sih... ha..ha..ha...ha... Saya gak takut sama dia meskipun beratnya 2x dari saya, bisa bayangin gak seberapa gendutnya kalau berat saya cuma 55kg? Tinggi saya 170cm, dia agak lebih tinggi sedikit.
Sudah ahh... malah ngerumpi, lanjutin lagi kapan-kapan kalau saya ada waktu.
Foto ayam yang mati dan teler ada sih, cuma kabel konektor HP saya bermasalah, mungkin ada serabut yang putus, jadi ya nunggu dulu sampai saya dapat kabel pengganti.

Rabu, 01 Oktober 2014

Ng-inbreed lagi aahhhh…..



Sekian tahun akhirnya mulai ketahuan pasangan pacek-induk yang hasil anakannya punya kualitas, tinggal nerusin sambil berangan-angan ada waktu untuk membuat kurungan untuk anakan. Bayangan bikin 3 tingkat 2 kolom khusus untuk anakan sampai umur 3 bulanan, dilengkapi dengan tambahan khusus agar ayam-ayam kecil itu nantinya tetap terpaksa fitness meski di dalam kurungan, tinggal eksekusinya entah kapan…..
Hasil anakan yang menurut saya berkualitas ukurannya tidak terlalu besar, pengennya sih bisa lebih besar sedikit saja, megangnya mantep! Karena secara pribadi saya suka dengan ayam yang gagah & besar. 
Di kandang ada 1 jantan gratisan, entah birma murni entah sudah cross BK, entah kenapa pengin juga bikin anakan birma meskipun saya tau nantinya bakal muncul ukuran kecil-kecil. Kebetulan saat masih coba-coba saat awal dulu ada anakan betina yang mungil, dekil, kusam, wajahnya agak kehitaman, kaki hitam, kuku hitam, bulu hitam, mata juga gak bersih, jeleeekk…… banget deh tampilannya. Ada sih yang agak cakepan, bulu kelabu, kaki hijau hitam, mata lumayan bersih, badan juga kecil, tapi masih bawa anak jadi belum mau di kawinkan. Ya udah….pake yang hitam dekil itu saja akhirnya.
Sempat heran juga dengan si hitam dekil ini, ayam cuma kecil segitu tapi bisa bertelur lebih dari 10 butir. Kok tahu? Karena si hitam dekil ini sudah bertelur duluan saat belum dijadikan sekurungan dengan pejantan, wido, bapaknya si dekil hitam. Nah setelah jadi satu kurungan nelor lagi, kirain cuma 8 trus ngeram, nggak tahunya saat turun makan ada 10 butir di eramannya.
Saat tiba waktunya menetas hanya ada 5 telor yang isi, dan salah satunya tidak mampu memecah cangkang telur, ya udah… wasalam, sekarang jadi pupuk pohon pepaya. Memang sih harus siap dengan kondisi anakan inbreed yang lemah. Tapi saat lihat telurnya mulai menetas jadi seneng juga karena ada satu yang berwarna coklat, padahal pacek & induk warna hitam, dan ada satu simbar, kakinya tumbuh bulu. Cuma ya nggak tahu nanti dewasanya akan seperti apa. Tunggu ajah sampai calon-calon induk ini dewasa.

Senin, 22 September 2014

Hadduuhhh.... ajurrr kabeh..

Hari Senin tiba, pagi-pagi seperti biasa nyiapin sarapan piaraan. Selesai dengan ada di rumah, segera pindah ke kebon. Baru juga nyampai tikungan samping kebon, kok ada kepulan debu.... gak ada suara aneh sih.. Lhadalah... ada bilah yang patah, sebagian kurungan paling kiri warnanya kemerahan, masih basah lagi.. duhh.... jagonya bonyok. Bilah yang patah diganjel dengan bilah sisa, ikat tali seadanya. Cek kurungan seberangnya pintu nutup, tapiii... yah...kancingnya terbuka. Disamping kandang ternyata si wido ndhekem, bonyok juga! duhhh...mumet kiii... jalu somplak 1. Darah masih basah tapi sudah mengental di bekas jalu yang somplak. Piyyeeee ikiii...
Berhubung waktu terbatas jadi nggak sempat bersih-bersih maupun lap keduanya, langsung masuk kurungan lagi, ben ngrasakke senut-senut. Tetep kasih makan dan minum. Nanti sore wae ngurusnya.
Pulang nguli langsung siapin makan sore sedikit buat yg dirumah & di kebon. Nyampe tikungan samping kebon ada anak kecil tetangga sebelah kebon semampir di pager ngintip sesuatu.
"Om.... ayamnya ada yang kelahi...."
Lahhh... sik ndi meneehh...
Ternyata betina yang ada dikurungan yang tadi pagi jagonya pacroh, lagi tendang-tendangan dengan gundul ireng. Ternyata betinanya mbrobos lewat bekas bilah yang patah karena takut dengan pelepah pisang yang jatuh. Hadeehhhh..... ra lanang ra wedok geluutttt kabeh ger ucul...
Yowis kono karepmu.....

Bekas pertempuran, lanang wedok bonyok:

Bojo agek angrem malah ditinggal tawuran, gak kuat berdiri, kaki lebam semua + jalu somplak sebelah:

Melu-melu dadi bonyok: