Mengenai Saya

WA: 082124760048
Tampilkan postingan dengan label menetas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menetas. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juli 2020

Blood Line baru - 3: Mangon Baduy X BK

Ada satu lagi pasangan coba-coba, pejantan Mangon Baduy cross dengan betina BK.
Betina BK ini anak dari pejantan Kelabu (pejantan BK terakhir sebelum pake Mangon Baduy) dengan betina kelabu gelap (3 darah - anak dari pejantan BK-Saigon x betina BK-Pakhoy).
Sekarang ini pejantan Mangon Baduy sudah dijodohkan dengan 4 betina:

1. x betina BK-Pakhoy, warna hitam, kaki hitam-coklat
anak-anaknya keluar warna bulu batik, warna ayam kekinian: batik coklat-hitam, satu ekor yg masih tinggal di kandang berwarna batik hitam putih ada coklatnya, kaki hijau.
- babon SOLD -



2. x betina 3 darah, warna kelabu gelap, kaki hijau
anak-anaknya berwarna hitam dan kelabu ada batiknya sedikit, kaki hitam-coklat-putih.
- babon SOLD -



3. x betina BK, warna kelabu muda, ujung ekor ada putihnya, kaki hijau ada spot hitam.
anak-anaknya berwarna hitam, belum kelihatan ada batik atau tidak karena baru netas 2 hari yg lalu, kaki hitam ada belang putihnya.
 - SOLD OUT - borongan simbok sak anak e


4. x betina Mangonkong, warna coklat muda, kaki kuning gading.
anak-anaknya mayoritas warna terang, ada batiknya, kaki kuning gading.
*babon hitam untuk nitip mengeram telur dari betina mangonkong
  - babon hitam SOLD -


Pertanyaannya.....

Betina mana yang punya gen dominan?
Betina mana yang punya gen resesif?

Jawab: durung ngerti, masih ada kemungkinan untuk berbeda keturunan jika ketemu pejantan lain.

Senin, 15 Juni 2020

Blood Line baru -2: Mangon Baduy X Mangonkong

Wisss....gak usah banyak cerita biar foto yang berbicara.....
Perkoro sesok anake model tarung embuh yo luweh, sik pasti induk ayam e koyo ngene iki :

Betina: Mangonkong

Jantan: Mangon Baduy


Iki hasile.....

Agek pisan iki duwe babon ngendok nganti 19 kok durung niat angrem. Rasah protes sik ketok kok ming 12, ngene..... no 1-6 wis dititipke babon liyane sik wis angrem, sik no 19 metu sedino bar petarangane tak foto, paham ya....

update 29/6/2020:
Total telur menjadi 22 butir, yg 6 dititipkan babon lain berhasil menetas 4, yg 16 butir biar dierami sendiri, sekalian cek betina ini pinter mengeram apa tidak. Netesnya banyak syukur, netes sedikit  rapopo.


update 12/7/2020:


Menetas 10, gagal tetas 1, kosong 5.
Total menetas 14 dari 22 telur.
Mudah-mudahan panen tepat waktu 7 bulan yang akan datang.
 

update 14/9/2020:
 
Yang 10 ekor kena seleksi alam 2, tinggal 8 ekor, 2 jantan, sisanya betina. Baru kemarin ini yg umur 2 bulan bencandaannya kebangetan jadi tawur massal. Yang jantan tarung dengan betina, satu di luar, satu di dalam. Setelahnya pun gak mau damai lagi 2 jantannya. 
Kalo yg betina masih bisa damai, pisss girls.... 😀😀😀  



Mana kandangnya terbatas tapi musti misah 2 jantan cilik itu, jadi ribet..... Pengennya gedein dulu sampai siap abar, biar puas lihatin tarungnya, cuma kalau kayak gini keadaanya kalau ada yang mau balik nama boleh lah..... cuma harganya perih nih... tapi bakal berbanding lurus dengan kualitasnya. Saya ingatkan ini anakan dari betina Mangonkong dengan pejantan mangon Baduy.

Silakan cek FB tentang mangonkong dan mangon Baduy, kalau penasaran bisa tanya-tanya ke pabriknya mangonkong dan yang punya mangon baduy. Mau percaya boleh, enggak juga boleh, karena ya kualitasnya memang begitu.

Untuk yang berani perihhhhh......

Jantan umur 2 bulan: 600k, umur 3 bulan: 900k

Betina umur 2 bulan: 1000k, umur 3 bulan: 1500k

Untuk yang dewasa belum punya, induknya belum akan dijual.

Wawancara bisa ke no. WA: 081328731176

Minggu, 10 Mei 2020

Blood Line baru -1: Mangon Baduy X BK

Mangon pendatang di kandang sudah bisa jadi pejantan, dikawinkan dengan betina BK-Pakhoy, taulah nanti model tarung anaknya kayak apa ya terserah ayamnya, saya gak mau ngatur-ngatur heh...kamu anak mangon kok tarungnya jual botol, gak boleh ya!! harus main teknik yg lincah, jangan cuma plonga-plongo!!
he..he..he... belum konslet otak saya yaa.....
Pokoknya anak ayamnya dikasih makan, dikasih minum, biar tumbuh sehat sampe gede, dah gitu aja.


Bapaknya nihh.... Mangon baduy



Simbok (BK-Pakhoy) dengan 5 anaknya

Sehat semuanya yaaaa......


update 15/6/2020:
penampakan umur sebulan lebih seminggu, prediksi 3 cowok 2 cewek


update 29/6/2020:
tinggal seekor yang batik hitam putih seperti burung puyuh, kaki hijau (foto: paling ujung sana), yang empat ekor dipayoni tetangga

update 7/7/2020:
sengaja ditinggal, jangan keluar dulu




Jumat, 15 November 2019

Generasi baru: Jago Kelabu x babon kelabu

Jantan muda x betina muda

ini bapak-e

ini simbok dan anak-anak

masuk umur 2 bulan, warna gradasi dari hitam ke abu-abu terang

update 3/5/2020:
Anakan +pejantan sudah diborong, tinggal biangnya.

Senin, 27 Mei 2019

Double Team - Iwake Pitik #4

Sebenarnya masih pengen dapat anakan betina dari pasangan jago merah+betina putih klawu tua, tapi nggak diijinkan oleh yang Punya Kuasa. Belum sempat bertelur lagi keburu jantannya mati. Pada saat yang sama jantan wido+ babon BK hitam kok ndilalah mau bertelur sampai mengeram, padahal biasanya telurnya habis dicaploki sendiri, yowis... alhamdulillaahh...
Trus jantan wido dijodohkan dengan babon putih klawu yang ditinggal mati si merah. Ndilalah juga mau kawin, nah.. tinggal nunggu bertelur nih... namun apa mau dikata kalo Yang Punya Kuasa berkehendak. Jantan wido pun tewas. Harapan keturunan si wido pun berhenti sampai di keturunannya dengan babon BK hitam.
Pada masa yang sama, betina kelabu, pasangan jantan hitam, mengeram untuk yang ke-3 kalinya. Kebetulan telur-telur dari kedua pasangan ini waktu menetasnya bersamaan, terpaksa anakannya dicampur, bisa lah nanti dibedakan, kalaupun tidak tepat tetap saja itu ayam dari Kandang Abang, ngono wae rasah digawe angel.
Agar kedua induk tidak stress maka masing-masing betina biar bawa anak yang terakhir menetas, biar belajar momong. Anakan lainnya masuk ke akuarium, total ada 14 ekor kuthuk di situ.

BK hitam:


  

Kelabu gelap:






Campur, total 14 ekor:
ada 1 ekor calon wido, moga-moga tumbuh sehat hingga beranak pinak



update 14/6/2019:
umur sebulan, perbandingan antara kuthuk yang ikut simboknya dengan yang dipisah terpaut cukup jauh. Yang paling kecil di akuarium tetap lebih besar tubuhnya dari yang ikut simbok.

Rabu, 16 Januari 2019

Isi kandang nambah lagi - iwake pitik #2

Nggak terasa ternyata lebih dari setengah tahun tidak ada suara ciap-ciap ayam kecil di kandang - sebelum yang menetas Desember 2018 kemarin ya...
Anakan sebelumnya hanya 2, betina, warna sama-sama kelabu, induk sama, bapak beda. Mumpung sudah mau bertelur sekalian saja dikawinkan. Yang lebih tua malah belum pernah menetaskan telur, entah kenapa. Yang lebih muda dikawinkan dengan jantan hitam, baru sekali nelor ini malah bisa menetas.
Saatnya menikmati lagi memelihara anak ayam...

Ini bapake:







Ini ibuke:





Menetas tgl. 13 Januari 2019:


update tgl. 27/02/2019:






Ada seekor yang sempat sakit (paling kiri, cuma terlihat leher sampai kepala), tiba-tiba kakinya seperti lumpuh layuh kurang lebih 3 hari. Coba-coba saja kaki yang lemes saya tarik-tarik dan pijit pelan-pelan, ndilalah... dua hari kemudian bisa berdiri dan berjalan walaupun masih tidak normal, ndilalah lagi... 2 minggu kemudian bisa pulih berjalan normal meskipun jarinya ciker 2. Hanya saja pertumbuhannya juga kalah sama yang lain meskipun nafsu makannya tetap bagus.


update 15/4/2019:

anak ayam yang sempat sakit akhirnya koit juga


update 28/5/2019:

tinggal 1 ini, masih malu-malu nggak pernah ketemu menungso



update 17/6/2019:

masih liar tapi sudah mendingan



update 23/7/2019: 

Tewas


Rabu, 20 Desember 2017

Kena PHP

Bulan lalu induk putih senior sukses dikawinkan dengan jago hitam, sudah mau bertelur, aman sentosa pokoknya. Sebenarnya gak tahu nelor berapa butir, sengaja saya nggak tengokin eramannya. Setelah menunggu sekian lama akhirnya kemarin pagi terdengar lagi ciap-ciap anak ayam, alhamdulillaaahh.... netas juga...
Meskipun akhir tahun gini kerjaan menumpuk gak karuan tapi demi anak ayam (ha..ha...ha... kerjaan kantor kalah karo pitik) dibela-belain pulang cepat. Hujan deras menghampiri di tengah perjalanan pulang tidak bisa melunturkan niat untuk mampir ke toko langganan untuk beli AD 1. Sampai rumah cuma menghabiskan minum yang disiapin istri, habis itu langsung pergi cek kandang.
Nggak pake lama langsung siapin tempat untuk anak baru, pasang lampu, tempat pakan dan minum. Karena gak sempat bikin dan gak mau beli kurungan baru maka aquarium yang gak terpakai pun disulap jadi kurungan, modal nekat kok he..he..he..
Cek tempat eraman ternyata ada ada 4 butir telur yang belum menetas dan 3 ekor yang sudah menetas. Yang sudah menetas langsung pindah ke tempat baru, baru umur semalam tapi terlihat sehat, aktif, warna kelabu bakal koyo simbahe lanang, pokoke seneng dan yakin bakal jadi turunan bagus. Pakan sudah, minum sudah, lampu sudah, tutup pake potongan seng plastik, tindih pake box tempat eraman yang belum dipakai, tambah 1 kg pakan AD 1 taruh diatasnya. Sempat kepikiran tutup dulu pake lawat strimin tapi gak jadi, dan ini kesalahan besarnya. Dirasa cukup dan adzan maghrib sudah berkumandang, pulang deh..
Pagi tadi seperti biasa kasih makan peliharaan, pertama masuk langsung cek tempat bayi....
BUSET .....!!! Seng plastik dah bergeser, lampu jatuh, dan.....
anak pitikku ilang kabehhhh.....
Lemessss rasanya ......
Cek tempat eraman ada seekor yang menetas, 1 butir mungkin nanti sore bisa menetas. Bayi baru langsung pindah tempat, biar aman langsung pasang kawat strimin dan tambah pemberat.
Dihitung-hitung si babon ternyata bertelur 9 butir, yang kosong 3, menetas 6, hidup 2, moga-moga tekan gede.
Agenda hari ini pindah bayi satunya.
Agenda besok malam: nyanggong tikus, kalo ketangkap pasti kelakon dicacah, jengkel je....



update 26/01/18:
Nggak terasa sudah satu bulan si kecil ada di aquarium, akhirnya ada 2 ekor yang selamet, mugo-mugo bertahan sampai dewasa. Yang kepalanya koyo pitik sombong yakin jantan, satunya koyone wedok. 
Satu yang belum kesampaian: memutilasi tikus ranggenah, nanti malam mungkin kalo nggak capek.


update 21/02/18:
Saat menetas dulu dua-duanya normal, cuma makin ke sini masuk umur sebulan ada indikasi yang jantan kakinya ciker dua jari kaki kanan, yang betina masih mending cuma satu jari agak bengkok. Sekarang sudah tidak menghuni akuarium lagi, tapi dah pindah keluar di kandang biar bisa berjemur tiap pagi. 
Ini penampakannya sudah masuk umur 3 bulan





Rabu, 02 September 2015

Haruskah saya bilang WOWWW..... ?!

Setelah 3 tahun berjalan lancar, aman, meskipun ada hambatan kecil seperti serangan tikus ke anakan yang baru menetas, akhirnya saya juga harus merasakan yang namanya "aratan".
Bermula dari seekor betina di kebon yang tiba-tiba ngorok, entah ketularan dari mana, segera saya kurung -masih di kebon juga-, dan mati 2 hari kemudian. Hanya berselang sehari setelah betina tersebut mati, pagi-pagi saat saya memberi makan, terlihat beberapa ekor sudah kelihatan lemas dan nggak mau makan, waduhhhh.....alamat nih.... Benar saja, Senin pagi sudah ada 6 ekor yang ngorok, langsung saya kurung, dan pagi tadi, hari Rabu, sudah 5 ekor koit, dan 1 lagi sudah hampir koit.
Karung ini isinya 2 ekor betina BK-Saigon-Khoy, 1 ekor BK-Khoy, dan 1 ekor BK-Saigon:





Ini betina BK-Saigon:




Ini BK-Saigon sudah hampir koit, mungkin sore ini bakalan mati:

Ini sudah mulai ngorok, sudah dipisah di kurungan tersendiri, koit yowis, bisa sehat lagi ya syukur:

Sementara itu dua betina yang mengeram sudah menetaskan anaknya, 2 ekor dan 8 ekor, seneng donk.... karena kemarin tahunya sudah sore maka saya biarin di kebon, kebetulan mengeramnya di tatakan tempat kotoran kandang, saya pikir aman lah, jadi besok pagi saja mindahnya, niat saya begitu. Dan memang keinginan belum tentu sejalan dengan kenyataan.... pagi ini saat saya akan ambil anakan yang 8 ekor kok susah amat, sembunyi kemanaa.... ternyata dibawah eraman induknya hanya ada 2 ekor kuthuk, wissss.....tikus menehhhh.... 6 kuthuk bablas dan saya nemu sisa bangkainya 2 ekor. Tikus jahannaaammmm.....awwasss sampai ketangkap bakal ku mutilasi lu!! mana induknya juga ikut-ikutan ngorok....komplit tenannn..... Masih ada seekor lagi yang mengeram dan tinggal tunggu menetas, tadi pagi saya cek sudah kedengaran suara ciap-ciapnya, mau nggak mau harus balapan dengan tikus biadab kalau nggak pengen kehilangan kuthuk lagi.
Aratan.... ooohh.. aratan.....
~ malah Koes Plus-an~


update 3/9/2015:
Jago Bk-Saigon di atas dan betina Pakhoy-BK yang 6 anaknya dibabat tikus juga mati pagi ini. Dikurungan terpisah sudah antri 3 ekor, kalau nggak sore nanti ya besok pagi mesti gali lubang lagi...
Sore: mati lagi 1 ekor betina pakhoy-BK

update 4/9/2015:
Pagi: mati lagi 1 betina pakhoy-BK, akan nyusul jantan muda dan betina muda BK. Dikurungan lain masih antri lagi betina pertama yang saya miliki sudah sesak napas, plus tiga betina muda lainnya. Siap-siap isi kebon bakal habis-bissssss...

Update 8/9/2015:
Sampai pagi ini ayam di kebon yang hidup tinggal 2 ekor, 1 jantan Pakhoy-BK warna wido, 1 betina BK-Saigon. Keduanya terlihat sudah ketularan. Kewajiban saya tetap ngasih makan dan obat masih saya berikan, itu usaha saya, kalau nanti mati yowis, bisa hidup ya syukur.

Update 14/9/2015:
Ayam yang dikebon habis tanpa sisa, bahkan kuthuk yang menetas di kebon dan segera saya pindah ke rumah pun tidak ada yang bertahan, mati semua, dan ternyata virusnya sudah ikut jalan-jalan ke rumah, duhhh.... Dimulai dari seekor betina BK-Pakhoy yang sedang mengeram, disusul seekor anakan BK, yang yang bikin nyesek banget adalah matinya dere betina keturunan inbreed pacek Pakhoy-BK warna wido dengan induk warna hitam, dominan Pakhoy, warna bulu coklat-kuning, warna kaki full hijau, kuku hitam semua, nyeseeekk banget... mana sudah gak bisa bikin lagi karena induknya sudah mati semua, dan sudah gak ada betina lain yang gen-nya dominan pakhoy.
Hari Minggu kemarin hampir seharian bersih-bersih kandang, nyuapin obat ke ayam yang masih sehat dan yang mulai ngantuk, sambil nyemproti tempat kotoran dengan minyak tanah. Sore harinya ketahuan anakan umur dua bulanan di satu kurungan mulai ngantuk, malam harinya saat mau keluar dengan anak-anak terlihat jago pakhoy tua (saudara setetasan dengan pakhoy wido) yang ada didepan rumah juga kelihatan ngantuk. Akhirnya setelah pulang langsung ngurus si jago, kasih obat, pindah kandang, sampai-sampai lupa kalau ada jadwal balapan MotoGP, asemmm...
Pagi tadi, si jago tua masih ngorok, telih nggak turun, anakan yang umur dua bulanan juga sama, telih nggak turun. Sore ini, entahlah.... sepertinya Yang Maha Kuasa memang mengerti kebutuhan hambanya ini, karena di tempat baru saya sekarang jam kantor mulai 07.00-16.00 WIB, Senin-Kamis, untuk Jumat 07.00-15.00 WIB, sehingga kalau piaraan saya masih banyak maka saya nggak akan bisa masuk kantor tepat waktu. Mending begitu kan daripada berpikir negatif, ayam bisa dicari, tapi waktu dan kesempatan? emang bisa dibeliii....?!
Bismillah.....kalau memang masih diperkenankan ternak pasti masih ada ayam yang bertahan hidup di KandangAbang, amiinn...

Rabu, 19 November 2014

Berkah atau cobaan ??

Hiburan tiap weekend tiba bagi saya adalah bisa berkumpul dengan keluarga, bermain dengan anak-anak, dan tidak ketinggalan bermain dengan ayam-ayam di kebon. Nah...yang terakhir nih kadang jadi hiburan kadang bikin jengkel. Hari Minggu yang lalu (16/11) hujan turun cukup lama dan deras, akumulasi dengan hujan di hari-hari sebelumnya membuat tanah di kebun mulai lunak dan gembur. Di kebun nih ada dua rumpun pohon pisang kepok, yang di timur ada 2 pohon, yang satu sudah mulai keluar buahnya, satunya masih kecil. Rumpun yang di utara tengah, ada 3 pohon, 1 pohon sudah berbuah tinggal nunggu matang, 2 pohon sudah gede nunggu keluar tandan. Rumpun yang ini pohonnya gede-gede, yang sudah berbuah diameter pohonnya lebih dari 30 cm, kalau saya peluk tangan kanan masih bisa pegang belakang telapak tangan kiri. Sayangnya rumpun yang ini tumbuhnya dangkal jadi rentan roboh. Karena tanah yang gembur akhirnya kejadian, satu demi satu pohon pisang ini roboh tidak kuat menyangga beban beratnya sendiri. Masih untung tidak menimpa rumah tetangga sebelah meskipun harus saya beresi sampai habis maghrib. Buseettt dah...berat tandan pisangnya lebih berat dari berat anak sulung saya yang kelas 1 SD, tandannya lebih tinggi dari anak kedua saya yang umurnya 2 tahun. Berturut-turut pohon pisang ini roboh di hari Minggu, Senin, dan Selasa. Capeknya....
Hari Rabu pagi, ada pejantan yang lepas dari kandang karena ada jeruji yang patah. Ya gitu deh, pacroh dengan Olan Jr. yang ada di kandang lain. Oan Jr. masih cukup baik, cuma kegores dikit, udah diniati bawa ke rumah biar aman, sedang yang lepas karena sudah lemas sedang dihajar ayam muda yang memang dilepas. Beres masukin yang lemes ke kurungan lagi, pulang bentar bikin pakan trus balik lagi ke kebon. Buseetttt dahh....!! Olan Jr. sudah lemes, darah disana-sini, bonyok gak karuan, sementara jantan muda yang dilepas masih pecicilan di dekat kurungannya, ini nih biang keroknya!! Haduuuhhh.....mana jam udah mepet mo berangkat kerja malah ada kejadian kayak gini, terpaksa bersihin seadanya, minumin air gula jawa anget, kasih pereda sakit + antibiotik, tinggal pergi dah.
Hati ini sudah siap dengan kemungkinan terburuk, pulang kerja cek Olan Jr. ternyata masih hidup. Kasih minum lagi, kasih makan dikit, kasih obat lagi. Pagi ini cek lagi masih hidup, kasih minum & makan agak banyak, kasih obat lagi. Nanti sore cek lagi, masih bertahan atau wassalam. Yang bikin nyesek adalah saya nggak bisa lagi bikin keturunan pejantan ini, induknya memang masih tapi paceknya sudah gak ada. Olan Jr. adalah satu-satunya anak pejantan Olan. Olan adalah hasil inbreed dan hanya satu-satunya yang menetas dalam satu eraman. Sementara jantan yang kemarin lepas juga masih mabok, belum mau makan, cuma mau ngrawat juga gak ada waktu.
Di kurungan lain tadi pagi sudah kedengaran ciap-ciap anak ayam, cek di eraman ternyata 6 telur menetas semua, alhamdulillah.... punya keturunan lagi dari pacek pakhoy dengan induk BK, moga-moga gak dihabisi tikus lagi. PR harus segera dilanjut, dirumah masih ada proyek bikin kurungan khusus untuk anakan, baru tahap 25 %, masih panjang jalannya sementara, ada indukan lain yang juga akan menetaskan telurnya di bulan November ini. Bismillahhirrokhmannirrokhiim...semoga diberi kesehatan utnuk melanjutkan pekerjaan yang menumpuk ini.
foto nyusul yah, kalau sempat.

update 20/12/2014:

pohon pisang ambruk, berattt bro....
 panjang tandan dari sisir paling atas sampai sisir paling bawah mencapai 75 cm





Olan Jr., pejantan yang paling di eman karena pembawa gen yang saya harapkan bisa menurunkan tipe tarung seperti buyutnya akhirnya tewas, sepertinya gegar otak. Anakannya tinggal tersisa 3 ekor dari 2 betina berbeda, moga-moga segera ada waktu untuk menyelesaikan kurungan untuk anakan sehingga 3 ekor yang tersisa bisa dipindah agar kesehatan dan pertumbuhannya lebih terpantau. Nggak bisa bikin lagi keturunan yang kayak gini , nyeseeekk bener....

6 ekor anakan dari pacek pakhoy dengan induk BK tinggal 2 ekor akibat seleksi alam.

Minggu, 19 Oktober 2014

Weekend yang bikin speechless....lagi !

Kebetulan pas genap satu minggu, kebetulan pas ngasih makan Senin pagi tadi, kebetulan baru kemarin pagi mindah tempat babon dan 4 anaknya yang masih umur 3 mingguan, kebetulan masih pasangan baru inbreed Pakhoy-BK X Pakhoy-BK-Vietnam, kebetulan kurungannya sama dengan yang dipakai babon yang 3 ekor anakannya habis disikat tikus, kebetulan pagi ini kejadiannya sama, 3 ekor anakan habis disikat tikusjuga. haduuhhhh...... nyeseknya tuh di sini nih....

ogah ngambil foto, bikin emosi.

Senin, 06 Oktober 2014

Punya momongan lagi…




Keturunan pasangan baru sudah menetas lagi, semoga jadi pasangan yang cocok agar tidak perlu bongkar lagi. Menetas 6 dari 7 telur yang dierami.
Betina BK-vietnam 



Pejantan BK 

Rabu, 01 Oktober 2014

Ng-inbreed lagi aahhhh…..



Sekian tahun akhirnya mulai ketahuan pasangan pacek-induk yang hasil anakannya punya kualitas, tinggal nerusin sambil berangan-angan ada waktu untuk membuat kurungan untuk anakan. Bayangan bikin 3 tingkat 2 kolom khusus untuk anakan sampai umur 3 bulanan, dilengkapi dengan tambahan khusus agar ayam-ayam kecil itu nantinya tetap terpaksa fitness meski di dalam kurungan, tinggal eksekusinya entah kapan…..
Hasil anakan yang menurut saya berkualitas ukurannya tidak terlalu besar, pengennya sih bisa lebih besar sedikit saja, megangnya mantep! Karena secara pribadi saya suka dengan ayam yang gagah & besar. 
Di kandang ada 1 jantan gratisan, entah birma murni entah sudah cross BK, entah kenapa pengin juga bikin anakan birma meskipun saya tau nantinya bakal muncul ukuran kecil-kecil. Kebetulan saat masih coba-coba saat awal dulu ada anakan betina yang mungil, dekil, kusam, wajahnya agak kehitaman, kaki hitam, kuku hitam, bulu hitam, mata juga gak bersih, jeleeekk…… banget deh tampilannya. Ada sih yang agak cakepan, bulu kelabu, kaki hijau hitam, mata lumayan bersih, badan juga kecil, tapi masih bawa anak jadi belum mau di kawinkan. Ya udah….pake yang hitam dekil itu saja akhirnya.
Sempat heran juga dengan si hitam dekil ini, ayam cuma kecil segitu tapi bisa bertelur lebih dari 10 butir. Kok tahu? Karena si hitam dekil ini sudah bertelur duluan saat belum dijadikan sekurungan dengan pejantan, wido, bapaknya si dekil hitam. Nah setelah jadi satu kurungan nelor lagi, kirain cuma 8 trus ngeram, nggak tahunya saat turun makan ada 10 butir di eramannya.
Saat tiba waktunya menetas hanya ada 5 telor yang isi, dan salah satunya tidak mampu memecah cangkang telur, ya udah… wasalam, sekarang jadi pupuk pohon pepaya. Memang sih harus siap dengan kondisi anakan inbreed yang lemah. Tapi saat lihat telurnya mulai menetas jadi seneng juga karena ada satu yang berwarna coklat, padahal pacek & induk warna hitam, dan ada satu simbar, kakinya tumbuh bulu. Cuma ya nggak tahu nanti dewasanya akan seperti apa. Tunggu ajah sampai calon-calon induk ini dewasa.