Mengenai Saya

WA: 082124760048

Kamis, 26 Maret 2015

Dikurangin gak ya....???

Saat memulai memelihara ayam lagi waktu itu hanya punya seekor betina BK, pejantan tinggal pinjam punya  kakak, kurungannya sebelahan sih... Jenisnya gak tahu persis, lah kakak juga cuma dikasih kawannya yang hobiis berat ayam adu. Sebenarnya dikasih tahu jenisnya cuma kakak gak ingat apa pastinya, tapi dilihat dari tongkrongannya mendekati jenis pakhoy. Meskipun jari-jari kedua kakinya cengkrong/ciker/cacat tapi tetep aja dipake sebagai pejantan, gak masalaaah.... Beberapa waktu kemudian isi kurungan mulai tambah dengan jenis BK-Saigon beli dari teman di Pasuruan, trus tambah lagi dengan mulai menetasnya telur dari babon yang pertama. Hingga saat ini tanpa terasa sudah cukup banyak betina yang ada di kurungan yang di rumah dan di kebon, baik yang dikurung maupun yang dilepas, belum lagi beberapa anakan yang masih kecil. Jenisnya terdiri dari cross BK-Pakhoy, BK-Saigon, dan BK-Saigon-Pakhoy, ada pula yang inbreed BK-Pakhoy. Sebenarnya sih pengen bikin line-breed lagi dari beberapa betina dan pejantan yang ada, tapi terhalang oleh keadaan tempat yang terbatas, mana kurungan untuk perjodohan sudah ada yang rusak gak bisa dipakai dan belum cukup waktu untuk memperbaiki.
Ada kejadian yang membuat saya merasa kuasa Tuhan benar-benar tidak terbatas, kun fayakun, apa yang terjadi maka terjadilah. Di kebon ada 2 pejantan BK-Saigon saudara setetasan, bodi, warna, gaya tarung, hampir semuanya mirip. Saya ingat betul, hari Sabtu saya hanya ke kebon di pagi hari, ngasih makan seperti biasa, siang harinya hujan turun terus sampai sore sehingga saya gak ke kebon. Malam harinya saya kepikiran daripada punya 2 pejantan yang hampir sama mending saya KURANGI salah satu. Saya berniat mau memfoto keesokan paginya untuk diiklankan. Minggu pagi seperti biasa ngasih makan ke kebon, dikurungan perjodohan betina pertama yang saya punya dengan pejantan hitam cucunya ada bilah bambu yang patah, pejantan hitam muda berdiri lemes di pojok, weehhh... ada apa ini?? lanjut ngasih makan dulu aja... Balik dari kurungan di pojok baru kelihatan pejantan BK-Saigon yang saya niatin salah satunya mau saya jual sudah terbaring kaku, hadeehh..... niat saya yang tadi malam, meskipun hanya dalam hati ternyata di-amini oleh malaikat dan Yang Kuasa, pejantan saya BERKURANG satu ekor he..he..he... Padahal kalau dilihat fisik ayamnya BK-Saigon ini lebih gede, lebih tua, lebih atos, jalu lancip 1,5 cm, sedangkan yang hitam badan lebih kecil, jalu jagung, bulu baru lengkap, ora gandeng babar blass, memang si hitam kena mata kanannya tapi yang mati justru yang gede, opo ra marai gumun? Saya nangkapnya santai saja, makhluk bernyawa pasti mati, dan dibalik kejadian ini mungkin yang kuasa punya maksud lain untuk saya.




 

Beberapa jantan muda sudah pindah kandang, namun di kebon masih ada beberapa betina yang dilepas bebas, karena keterbatasan kurungan sepertinya saya akan MENJUAL saja beberapa betina BK-Pakhoy dan BK, ada yang hitam ada yang kelabu, paling tua usianya 2 tahun, seingat saya beberapa ada di posting awal blog ini. Kalau minat betina cross BK-Saigon-pakhoy (pakhoy-nya sedikiiit...) juga boleh, tapi baru umur 2 bulan. Harga mahal, betina dewasa 300rb, mahal loh harga segitu bagi saya.. Yang masih umur 2 bulan cukup 100rb, juga mahal kan...  Kalau pengen lihat ayah-ibunya juga beberapa masih ada. Khusus betina gundul warna coklat, umur 2 tahunan, bodi lumayan besar untuk betina, juga boleh tapi nunggu setelah periode bertelur+mengeram yang sekarang, harga special 600rb saja, cuma hati-hati aja, makannya buanyaaakk.... he..he..he...
Sudah saya sebut di awal, HARGA MAHAL, artinya itu sudah nett ya, jangan nawar lagi. Bagi yang minta foto, mohon maaaaaaafffff.... kabel data saya lagi soak belum sempat beli, jadi biar lebih mantap mendingan langsung ke tempat saya saja nggih....

Selasa, 10 Maret 2015

Kandang Masih Ada Isinya

Alhamdulillahhirobbil 'alamiin.....
Yang Kuasa masih berkenan memberikan dan membuka pintu rejeki bagi umatnya. Lama juga ya ternyata blog ini tidak saya update, yach... itu tadi kembali ke masalah rejeki dari Yang Kuasa. Bulan November 2014 saya diminta menempati bagian yang berbeda dengan load kerja yang lebih padat, apalagi akhir tahun. Jadinya gak sempat update karena memang kerjaan yang bertubi-tubi, dan efeknya juga berpengaruh ke isi kandang. Lumayan sering tidak sempat cek kandang kebon di sore hari, paling hanya cek kurungan yang dirumah, akibatnya kurungan yang yang sudah berumur cukup lama pun tidak terpantau kerusakannya, akibatnya lagi ya...tahu sendiri lah...
Seminggu yang lalu pejantan BK-Saigon lepas dari kurungan, pacroh gak ketahuan. Lawannya yg didalam kurungan sekarang masih teler, mata merem satu, kurungannya pun sampai bolong karena bilah bambunya sampai ada yang patah. Si BK-Saigon sendiri saya temukan di pojok kebon sudah kaku, nasib....
Masih ada saudara setetasan si BK-Saigon yang mati tadi yang sedang dijodohkan, karena betinanya sudah mengeram maka BK-Saigon yang satu ini pun saya pindah kurungan. Ternyata ada bagian kurungan yang sudah keropos sehingga dia bisa keluar. Kelanjutannya ya bisa ditebak, BK-Saigon ini pacroh dengan Pakhoy-BK yang ada di kurungan sebelah karena sedang dijodohkan. Hasilnya, muka pada hitam, untung gak parah, bilah bambu ada yang patah satu tapi belum lepas, hadeehhh...
Beberapa jantan muda yang dilepas bebas di kebon sudah pindah kandang, kualitasnya saya anggap bisa dipertanggungjawabkan, dari komentar si pembeli yang menggambarkan jago yang dia ambil, meski belum seperti yang saya inginkan. Mungkin besok akan bikin adiknya bila kurungan sudah selesai diperbaiki, namun sementara ini saya masih mencoba mencari pasangan yang baru yang sekiranya cocok.
Masih ada seekor jantan muda kelabu  yang memang akan saya simpan dahulu, seiring umur yang telah mendekati dewasa maka si kelabu ini pun mulai menunjukkan "kejantanan"nya. Pagi ini tadi saat ngasih makan terlihat mukanya ada luka sedikit, ya gak apalah... Lanjut ngasih makan, sampai kurungan si BK-Saigon, lah....kok matanya merem kabeh, wis... mesti kehajar si kelabu nih... Mau ngurungin si kelabu  di kurungan pun urung karena kurungannya sudah ada yang keropos, yowislah... biarin aja dulu, kepeksone pacroh yo kono karepmu.
Sementara ini baru ada jantan muda 2 ekor tapi ukurannya kecil, entahlah masih bisa tambah gede lagi atau enggak. Generasi bawahnya lagi dari pasangan indukan yang berbeda baru berumur 1,5 bulanan dan 1 mingguan, masih lama untuk bisa tahu kualitasnya seperti apa. Pertengahan bulan Maret ini tampaknya akan ada yang menetas lagi, dari pasangan yang berbeda pula, semoga kualitasnya bisa seperti yang diharapkan biar gak perlu mencoba-coba lagi.

*ini tetasan akhir Januari 2015, jantan ada 6 (terjual 3), ada afkirnya 1 ekor siap untuk opor lebaran Idul Fitri bulan Juli 2015


Di sisi lain, resiko kematian peliharaan tidak saya anggap sebagai halangan, halangan kecil mulai muncul. Ada tetangga sebelah yang menganggap tempat ternak saya bau, padahal tembok rumah dia cukup tinggi, angin-angin yang masuk ke rumah dia pun hanya kecil dan cukup tinggi. Mestinya kalau ada komplain malah datang dari rumah yang ada di depan kebon. Jengkelnya si tetangga ini gak berani bilang langsung ke saya, itu yang paling sangat saya benci, nggak jantan, kalau ada komplain saya lebih suka langsung face to face. Sempat sih Pak RT dan beberapa tetangga lain datang ke kebon, saya sih belum tahu kalau maksud mereka untuk mengecek, dan kenyatannya memang jauh dari bau yang menyengat. Saya merasa komplain ini hanya pemaksaan kehendak pribadi, nyatanya gak berani face-to face kok... dan saya juga merasa memang orang ini menyepelekan saya, karena dulu pernah ada kejadian yang membikin saya naik darah dan hampir saya melabraknya, namun istri saya melarang, ya akhirnya gak jadi meskipun saya betul-betul marah. Saya sih sudah siap untuk pembuktian kalau dia masih ngotot.
Kalau tetangga satunya lagi berani face to face, saya justru sangat menghargai yang ini  karena dia langsung bilang kalau ada sesuatu, seperti awal mula dulu saat beberapa ekor ayam saya nangkring di temboknya dia dan bikin kotor, gak pake lama langsung saya respon dengan mengurung ayam yang bikin ulah tersebut. Belum lama dia bilang lagi katanya ada "mreki" (gurem kah?) yang mengganggu, tapi di kebon saya belum pernah menemukan gurem di ayam yang mengeram, mungkin maksudnya biar kurungannya agak digeser karena berada dekat dengan kamarnya. Kalau itu sih saya akui saya kurang memperhatikannya, mumpung kurungannya sudah mulai rusak memang sekalian akan saya geser dari tempat semula. Tapi nunggu ya bos, saya belum ada waktu untuk bikin kurungan, tapi jangan khawatir, itu akan jadi prioritas saya, terimakasih untuk permintaannya, good neighbour!!
Foto tetangga yang reseh dan yang baik? Gak usahlah, nanti jadi panjang urusannya, lagipula yang reseh bisa bikin penuh layar komputer, tersangkanya gendut sih... ha..ha..ha...ha... Saya gak takut sama dia meskipun beratnya 2x dari saya, bisa bayangin gak seberapa gendutnya kalau berat saya cuma 55kg? Tinggi saya 170cm, dia agak lebih tinggi sedikit.
Sudah ahh... malah ngerumpi, lanjutin lagi kapan-kapan kalau saya ada waktu.
Foto ayam yang mati dan teler ada sih, cuma kabel konektor HP saya bermasalah, mungkin ada serabut yang putus, jadi ya nunggu dulu sampai saya dapat kabel pengganti.

Rabu, 19 November 2014

Berkah atau cobaan ??

Hiburan tiap weekend tiba bagi saya adalah bisa berkumpul dengan keluarga, bermain dengan anak-anak, dan tidak ketinggalan bermain dengan ayam-ayam di kebon. Nah...yang terakhir nih kadang jadi hiburan kadang bikin jengkel. Hari Minggu yang lalu (16/11) hujan turun cukup lama dan deras, akumulasi dengan hujan di hari-hari sebelumnya membuat tanah di kebun mulai lunak dan gembur. Di kebun nih ada dua rumpun pohon pisang kepok, yang di timur ada 2 pohon, yang satu sudah mulai keluar buahnya, satunya masih kecil. Rumpun yang di utara tengah, ada 3 pohon, 1 pohon sudah berbuah tinggal nunggu matang, 2 pohon sudah gede nunggu keluar tandan. Rumpun yang ini pohonnya gede-gede, yang sudah berbuah diameter pohonnya lebih dari 30 cm, kalau saya peluk tangan kanan masih bisa pegang belakang telapak tangan kiri. Sayangnya rumpun yang ini tumbuhnya dangkal jadi rentan roboh. Karena tanah yang gembur akhirnya kejadian, satu demi satu pohon pisang ini roboh tidak kuat menyangga beban beratnya sendiri. Masih untung tidak menimpa rumah tetangga sebelah meskipun harus saya beresi sampai habis maghrib. Buseettt dah...berat tandan pisangnya lebih berat dari berat anak sulung saya yang kelas 1 SD, tandannya lebih tinggi dari anak kedua saya yang umurnya 2 tahun. Berturut-turut pohon pisang ini roboh di hari Minggu, Senin, dan Selasa. Capeknya....
Hari Rabu pagi, ada pejantan yang lepas dari kandang karena ada jeruji yang patah. Ya gitu deh, pacroh dengan Olan Jr. yang ada di kandang lain. Oan Jr. masih cukup baik, cuma kegores dikit, udah diniati bawa ke rumah biar aman, sedang yang lepas karena sudah lemas sedang dihajar ayam muda yang memang dilepas. Beres masukin yang lemes ke kurungan lagi, pulang bentar bikin pakan trus balik lagi ke kebon. Buseetttt dahh....!! Olan Jr. sudah lemes, darah disana-sini, bonyok gak karuan, sementara jantan muda yang dilepas masih pecicilan di dekat kurungannya, ini nih biang keroknya!! Haduuuhhh.....mana jam udah mepet mo berangkat kerja malah ada kejadian kayak gini, terpaksa bersihin seadanya, minumin air gula jawa anget, kasih pereda sakit + antibiotik, tinggal pergi dah.
Hati ini sudah siap dengan kemungkinan terburuk, pulang kerja cek Olan Jr. ternyata masih hidup. Kasih minum lagi, kasih makan dikit, kasih obat lagi. Pagi ini cek lagi masih hidup, kasih minum & makan agak banyak, kasih obat lagi. Nanti sore cek lagi, masih bertahan atau wassalam. Yang bikin nyesek adalah saya nggak bisa lagi bikin keturunan pejantan ini, induknya memang masih tapi paceknya sudah gak ada. Olan Jr. adalah satu-satunya anak pejantan Olan. Olan adalah hasil inbreed dan hanya satu-satunya yang menetas dalam satu eraman. Sementara jantan yang kemarin lepas juga masih mabok, belum mau makan, cuma mau ngrawat juga gak ada waktu.
Di kurungan lain tadi pagi sudah kedengaran ciap-ciap anak ayam, cek di eraman ternyata 6 telur menetas semua, alhamdulillah.... punya keturunan lagi dari pacek pakhoy dengan induk BK, moga-moga gak dihabisi tikus lagi. PR harus segera dilanjut, dirumah masih ada proyek bikin kurungan khusus untuk anakan, baru tahap 25 %, masih panjang jalannya sementara, ada indukan lain yang juga akan menetaskan telurnya di bulan November ini. Bismillahhirrokhmannirrokhiim...semoga diberi kesehatan utnuk melanjutkan pekerjaan yang menumpuk ini.
foto nyusul yah, kalau sempat.

update 20/12/2014:

pohon pisang ambruk, berattt bro....
 panjang tandan dari sisir paling atas sampai sisir paling bawah mencapai 75 cm





Olan Jr., pejantan yang paling di eman karena pembawa gen yang saya harapkan bisa menurunkan tipe tarung seperti buyutnya akhirnya tewas, sepertinya gegar otak. Anakannya tinggal tersisa 3 ekor dari 2 betina berbeda, moga-moga segera ada waktu untuk menyelesaikan kurungan untuk anakan sehingga 3 ekor yang tersisa bisa dipindah agar kesehatan dan pertumbuhannya lebih terpantau. Nggak bisa bikin lagi keturunan yang kayak gini , nyeseeekk bener....

6 ekor anakan dari pacek pakhoy dengan induk BK tinggal 2 ekor akibat seleksi alam.

Minggu, 19 Oktober 2014

Weekend yang bikin speechless....lagi !

Kebetulan pas genap satu minggu, kebetulan pas ngasih makan Senin pagi tadi, kebetulan baru kemarin pagi mindah tempat babon dan 4 anaknya yang masih umur 3 mingguan, kebetulan masih pasangan baru inbreed Pakhoy-BK X Pakhoy-BK-Vietnam, kebetulan kurungannya sama dengan yang dipakai babon yang 3 ekor anakannya habis disikat tikus, kebetulan pagi ini kejadiannya sama, 3 ekor anakan habis disikat tikusjuga. haduuhhhh...... nyeseknya tuh di sini nih....

ogah ngambil foto, bikin emosi.

Minggu, 12 Oktober 2014

Weekend yang bikin speechless

Lagi seneng  sebenarnya, pasangan indukan yang ditunggu-tunggu anakannya juga sudah menetaskan telurnya. Hari Sabtu yang lalu (11/10/14) jadwal lumayan padat, harus masuk kantor sampai siang. Pagi cuma ngasih makan ayam trus langsung berangkat. Siang mesti momong si kecil, baru agak sorean ngecek piaraan. Ayam sehat semua, aman, pulang dari kebon sekitar maghrib. Saat ngancing pintu kok gembok hilang satu nih...cari-cari di sekitar pagar mungkin saja jatuh, ternyata gak ada, wah....kayaknya diembat anak-anak kecil tadi yang nongkrong ngeliatin ayam. Sabarrr....... (mulai dongkol nih...)
Hari Minggu esoknya sengaja pengen bangun agak siangan, badan rasanya capek bener, jam 7.30 baru mulai ngasih makan. Beres yang dirumah trus ke kebon sambil membawa sisa kedongkolan karena gembok pintu kebon hilang satu. beres kurungan di depan geser ke kurungan di ujung. Tiga ekor anakan di kurungan kanan yg biasanya mendekat sambil ciap-ciap kelaparan kok gak kedengeran suaranya nih..?? kayaknya ada yg gak beres. Lanjutin dulu ngasih makan dan ganti air minum, trus inspeksi semua kurungan.
Ternyata 3 ekor anakan BK-Vitanam X BK umur sebulanan memang gak ada. Anakan BKXBK yang belum ada seminggu di kurungan ujung kiri berkurang 3 ekor. Cek di kurungan pojok, ok, gak ada bekas galian tikus, tapi......................... di pojokan agak tersamar oleh timbunan tanah tipis ada sayap mencuat! Sialannn......!!! ini dia anakan yg umur sebulanan, seekor masih utuh, seekor lagi tinggal separo!! Kurrang ajjarrrr.... dongkoooooooollllllll bener hati ini, setetasan gak ada sisanya. Saking dongkolnya, diabsen dah itu isi kebun binatang ha..ha...ha...., sumpah.... juuueeennngggkeelllll bener pagi itu. Yahh...gimana lagi, kubur dah tuh bangkai 2 ekor anak ayam.
Cek lagi yang lainnya di seluruh kurungan, ASSEEMMM!!! Anakan BK X BK-vietnam umur semingguan juga berkurang seekor. Satu malam 6 ekor anak ayam dibabat tikus!!! bingung dah mau ngomong apa.... lemes saya....
Minggu sore pasang 'vitamin' buat tikus di 2 titik. Pagi tadi cek sudah gak ada, moga-moga tikusnya jadi sehat, soale dipojokan kurungan yang sama ditemukan lagi seekor anakan BK-Vietnam X BK-Pakhoy umur 1,5 bulanan. dah ya... mau ngabsen kebun binatang lagi.

Senin, 06 Oktober 2014

Punya momongan lagi…




Keturunan pasangan baru sudah menetas lagi, semoga jadi pasangan yang cocok agar tidak perlu bongkar lagi. Menetas 6 dari 7 telur yang dierami.
Betina BK-vietnam 



Pejantan BK 

Rabu, 01 Oktober 2014

Ng-inbreed lagi aahhhh…..



Sekian tahun akhirnya mulai ketahuan pasangan pacek-induk yang hasil anakannya punya kualitas, tinggal nerusin sambil berangan-angan ada waktu untuk membuat kurungan untuk anakan. Bayangan bikin 3 tingkat 2 kolom khusus untuk anakan sampai umur 3 bulanan, dilengkapi dengan tambahan khusus agar ayam-ayam kecil itu nantinya tetap terpaksa fitness meski di dalam kurungan, tinggal eksekusinya entah kapan…..
Hasil anakan yang menurut saya berkualitas ukurannya tidak terlalu besar, pengennya sih bisa lebih besar sedikit saja, megangnya mantep! Karena secara pribadi saya suka dengan ayam yang gagah & besar. 
Di kandang ada 1 jantan gratisan, entah birma murni entah sudah cross BK, entah kenapa pengin juga bikin anakan birma meskipun saya tau nantinya bakal muncul ukuran kecil-kecil. Kebetulan saat masih coba-coba saat awal dulu ada anakan betina yang mungil, dekil, kusam, wajahnya agak kehitaman, kaki hitam, kuku hitam, bulu hitam, mata juga gak bersih, jeleeekk…… banget deh tampilannya. Ada sih yang agak cakepan, bulu kelabu, kaki hijau hitam, mata lumayan bersih, badan juga kecil, tapi masih bawa anak jadi belum mau di kawinkan. Ya udah….pake yang hitam dekil itu saja akhirnya.
Sempat heran juga dengan si hitam dekil ini, ayam cuma kecil segitu tapi bisa bertelur lebih dari 10 butir. Kok tahu? Karena si hitam dekil ini sudah bertelur duluan saat belum dijadikan sekurungan dengan pejantan, wido, bapaknya si dekil hitam. Nah setelah jadi satu kurungan nelor lagi, kirain cuma 8 trus ngeram, nggak tahunya saat turun makan ada 10 butir di eramannya.
Saat tiba waktunya menetas hanya ada 5 telor yang isi, dan salah satunya tidak mampu memecah cangkang telur, ya udah… wasalam, sekarang jadi pupuk pohon pepaya. Memang sih harus siap dengan kondisi anakan inbreed yang lemah. Tapi saat lihat telurnya mulai menetas jadi seneng juga karena ada satu yang berwarna coklat, padahal pacek & induk warna hitam, dan ada satu simbar, kakinya tumbuh bulu. Cuma ya nggak tahu nanti dewasanya akan seperti apa. Tunggu ajah sampai calon-calon induk ini dewasa.