Masih ingat
dulu kala ketika berusaha memperoleh keturunan gen yang masih sedekat mungkin
dengan gen jago “Kasus”, ketika itu babon blorok sampai kos di Wonosari sampai
2 mingguan demi dikawinkan dengan “Kasus”. Balik ke rumah bertelur 10 butir dan
hanya menetas 1 ekor saja. Saya ingat betul, Olan menetas tanggal 5 Agustus 2012
dan anak kedua saya lahir 6 Agustus 2012, jadi saat anak saya ultah maka Olan
juga ultah. Banyak yang saya harapkan dari Olan, ketika mulai dewasa sosok Olan
mirip dengan Kasus – bapak sekaligus kakenya- mulai dari kepala, tingkah lakunya, & caranya berjalan.
Rencana hanyalah angan-angan manusia, namun Sik Nglabur Langit lah yang
menentukan. Dalam angan saya Olan akan dikawinkan lagi dengan induknya baru
kemudian dengan sepupu seta adik-adiknya. Kenyataanya Olan baru bisa dikawinkan
dengan adiknya, anak betina dari blorok vs Jago Cilacap punya kakak. Dari sekian
banyak telur pun akhirnya hanya 3 butir yang tersisa dierami. Kalau tidak salah
hitung akhir bulan Agustus ini anak Olan akan menetas, semoga keturunanmu mampu
menjadi penggantimu. Sementara si betina mengeram, Olan tetap ditempatkan
bersama si betina. Memang beberapa hari terakhir saya perhatikan di pagi hari
telih Olan masih terlihat penuh, tapi saat dikasih makan dia juga segera makan.
Apa boleh buat, hanya sebatas itu yang bisa saya lakukan di pagi hari karena
saya juga harus segera berangkat kerja. Hari-hari berikutnya Olan kelihatan
semakin berbeda, semakin lemas. Obat sudah tidak berpengaruh banyak. Daya tahan
anak inbreed memang tidak setangguh keturunan cross. Akhirnya tanggal 25
Agustus kemarin kontrak Olan di dunia selesai, mau apa lagi? Tidak ada yang
harus disesali, jalan hidup memang sering tidak sejalan dengan harapan. Selamat
jalan Olan…
Bukan kandang breeding yang besar & bagus, hanya kandang kecil pun cuma sedikit, tapi tetap ada ayamnya...
Senin, 26 Agustus 2013
Selasa, 13 Agustus 2013
Lika-Liku menjaga kandang ayam
Fitrahnya manusia adalah menjadi pemimpin,
untuk diri sendiri, keluarga, istri, anak, tetangga, karyawan, dst.nya.....
Agar mampu menjadi pemimpin yang baik mau tidak mau harus belajar, dari buku,
dari guru, dari teman, dari kursus, dan sebagainya....... dan yang paling
bagus, banyak yang bilang: pengalaman adalah guru yang terbaik. Tidak bisa
dipungkiri belajar teori tanpa praktek is bullshit. Belajar teori renang tapi
gak mau nyemplung ke air juga omong kosong, belajar teori main gitar tapi gak
pernah mainin gitar ya tai sapi juga.
Memang harus diakui praktek tanpa teori sama dengan berjalan di kegelapan tanpa alat bantu senter, bisa sampai tujuan tapi lluuaaammmmaaaaaaaaa...... karena hanya bisa berjalan tertatih-tatih, gak bisa cepet.
Yang Maha Kuasa menciptakan alam dan seisinya ini berpasangan agar tercipta keseimbangan. Kalo masih ada manusia yang maksaaaaaa banget untuk menikah sesama jenis yaa... saya hanya bisa bilang elu udah berani nantang Pencipta elu??
Teori dan praktek yang dijalankan dengan seimbang akan menimbulkan sinergi yang baik, halllahh....ngomong opo iki..... Bila disejajarkan dan dijalankan bersama keduanya akan saling melengkapi.
Bagusnya memang bila akan melakukan sesuatu ya mestinya belajar teorinya dulu baru praktek, Albert Einstein saja juga belajar teori kan.... ahli fisika loh dab!!
Memang harus diakui praktek tanpa teori sama dengan berjalan di kegelapan tanpa alat bantu senter, bisa sampai tujuan tapi lluuaaammmmaaaaaaaaa...... karena hanya bisa berjalan tertatih-tatih, gak bisa cepet.
Yang Maha Kuasa menciptakan alam dan seisinya ini berpasangan agar tercipta keseimbangan. Kalo masih ada manusia yang maksaaaaaa banget untuk menikah sesama jenis yaa... saya hanya bisa bilang elu udah berani nantang Pencipta elu??
Teori dan praktek yang dijalankan dengan seimbang akan menimbulkan sinergi yang baik, halllahh....ngomong opo iki..... Bila disejajarkan dan dijalankan bersama keduanya akan saling melengkapi.
Bagusnya memang bila akan melakukan sesuatu ya mestinya belajar teorinya dulu baru praktek, Albert Einstein saja juga belajar teori kan.... ahli fisika loh dab!!
Ngingu pitik
pun sebaiknya juga belajar teori. Lah… pitik diculke wae iso gede tur manak
okeh, rasah makani wis iso golek pakan dewe o’ ndadak sinau?? Sing disinau ki
opo??
Itu kan
jaman dulu mas brooo…. Pemukiman belum padat, masih banyak kebun kosong, masih
banyak jangkrik, gangsir, cacing dll.
Lah mosok to
neng perumahan rep ngingu pitik diumbar?? Dipindah kurungan mbek tanggane
kelimpungan too… Sudah sore ayam yang
belinya ratusan ribu tidak juga kelihatan ujung ekornya, kira-kira habis magrib
ada tetangga datang bawa mangkok lumayan gede sambil bilang, “mas, ada rejeki
nih… bagi-bagi sedikit….”
“Makasih tante…”
bawa masuk , buka tutupnya ternyata opor
ayam, langsung ambil piring, buka rice cooker, ambil nasi, makan besarrrr…..
masih nambah lagi he..he..hee… doyan apa lapar ….
Paginya,
“Pagi tante….
Opornya maknyusssss…. Terimakasih ya…. Sering-sering juga mau he..he..hee…
ngomong-ngomong tante lihat ayam jago lumayan gede warna hitam disekitar sini
nggak? Biasanya tiap sore balik sendiri ke rumah tapi dari kemaren gak pulang,
saya cari juga belum ketemu…”
“Sama-sama
dek…namanya juga rejeki ya gak apalah bagi-bagi… oohhh…itu ayamnya ya?? Ginnniiiii….
Kemaren sore kan bapaknya anak-anak lagi bersihin senapan angin, diatap ada
suara glodek-glodek di atap. Bapak kan udah jengkel banyak tikus, diintip kan
gak begitu jelas karena udah sore, ya trus ditembak aja, maaf ya deeeeeeekkkk….”
“Jadiii……ittuuuu…kkkemarenn….oppppooorrr……..”
Dah lanjutin
aja sendiri …….
Teori yang
bener, praktek yang bener, tapi tetap harus jaga etika, jaga tepa selira dengan
tetangga, hubungan sosial tetap harus dipelihara. Seneng melihara ayam
silahkan, tapi kebersihan kandang harus selalu dijaga agar baunya tidak
kemana-mana. Ini nihh… tantangan buat saya, kiri-kanan calon kandang dah jadi
rumah semua, hadeeehhh….bakalan bersih-bersih kotoran tiap sore nih…. Resiko bung,
itu yang harus dihadapi saat mengambil sebuah keputusan, dan ingat resiko tidak
untuk dipikirkan tapi untuk diatasi dengan perbuatan. Awas…kalau sampai
tetangga sebelah komplen karena bau kandang yaaa….
Kalo dah
niat pengen ternak ayam adu minimal harus fokus, jenis dan tipe bagaimana yang
ingin dihasilkan, baru nyari induknya. Tapi kalo dah dapat induk yang belum
tahu tipenya ya gak apa-apa juga, asal tahu sisilahnya, tahu pola maen saudaranya,
kakak-kakaknya,pokoknya sebanyak mungkin informasi yang berkaitan dengan si
induk tadi harus diketahui. Setelah breeding harus dilihat lagi hasilnya, tipe
anak-anaknya bagaimana, yang kurang apanya, mesti cross lagi, atau bisa di-inbreed.
Mana yang mesti disimpan, mana yang bisa
dijual, mana yang bisa di goreng, juga harus bener memilahnya. Jangan sampai
kebalik-balik, bisa kacau nantinya. Kuncinya jadi peternak harus
sannnngggggaaaaaaaaatttttt sabar, kalau tidak sabar bisa-bisa anda bakar
kandang seisinya, saking jengkel dan stress akibat investasi yang ditanam
lumayan besar tapi hasilnya hanya ayam goreng, bisa jadi loohhh…. Mending pelihara
ayam kampung aja, berat sekilo dah bisa dijual ya nggak??
Sebenarnya
coretan ini saya tujukan untuk diri saya sendiri agar saya tetap fokus, tidak
melenceng dari tujuan awal saya. Juga saya harus sangat sabar karena untuk maku
pring jadi kurungan harus nunggu libur, belum lagi kalo nanti sudah libur eh…ibunya
anak-anak punya acara, mau gak mau gantian saya yang momong anak, tunda
lagiiiiii……..
Ini mau
nyicil bikin satu blok saja dah lebih dari sebulan belum kelar juga, libur
lebaran kemaren juga gak bisa full ngerjain, padahal masih banyak nih yang
mesti dipaku.
Bangun pagi,
kasih makan ayam, kerja, pulang sore, ngecek ayam, nyicil maku, magrib
berhenti, makan, momong anak bentar, tidur, bangun pagi, kasih makan ayam,
kerja, pulang sore, ngecek ayam, nyicil maku, magrib berhenti, …………………………………………………
................................................................................................................................................................
Bismillahhirrokhmanirrokhiim
Senin, 12 Agustus 2013
SELAMAT IDUL FITRI 1434 H
KandangAbang mengucapkan:
Selamat Idul Fitri 1434 H
Taqobalallahu minna wa minkum
Semoga kita kembali fitri
Selamat Idul Fitri 1434 H
Taqobalallahu minna wa minkum
Semoga kita kembali fitri
Minggu, 28 Juli 2013
Pemberitahuan
KandangAbang mengucapkan terimakasih kepada rekan yang berkenan menanyakan produk KandangAbang, namun saya memohon maaf yang sebesar-besarnya karena belum dapat membantu salah satu rekan yang menghubungi kami.
Perjalanan KandangAbang masih seumur jagung, sampai saat ini dari sekian indukan yang ada belum banyak anakan yang dapat diproduksi karena masih terbatasnya tempat. Ada pula persoalan lain yang tidak terpikirkan sebelumnya seperti babon yang kumat lagi penyakitnya, makanin telurnya sendiri, sehingga jadwal produksi menjadi terganggu.
Memang sudah ada anakan yang umurnya cukup dewasa saat ini tapi semuanya masih dijadikan indukan, sedangkan untuk dipakai di lapangan sampai saat ini baru ada 2 kali periode anakan. Anakan yang tertua baru berusia 2,5 bulan, baru bisa dites akhir tahun ini. Dikarenakan masih anakan pertama maka saya merasa perlu untuk memantau lebih dahulu kualitas anakan-anakan ini, apakah nanti hasilnya pantas pakai, pantas pajang, atau pantas potong, akan saya infokan di blog ini. Anakan yang sudah terpantau kualitasnya akan saya pajang foto & rekaman abarnya.
Sebagai informasi bagi pembaca Blog kandangAbang, saya tidak memisahkan induk dan anakan yang baru menetas sampai usia 1 - 1,5 bulan. Anakan akan dikandangkan terpisah setelah umur tersebut, jadi memang produksinya agak lama sambil memulihkan kondisi babon. Ini saya lakukan karena tempat yang masih sangat terbatas. Semoga tahun depan sudah ada cukup tempat sehingga produksi dapat dilakukan berkelanjutan.
Jadi..... sekali lagi saya mohon maaf apabila sampai saat ini belum bisa membagi produk dari KandangAbang.
Terimakasih.
Perjalanan KandangAbang masih seumur jagung, sampai saat ini dari sekian indukan yang ada belum banyak anakan yang dapat diproduksi karena masih terbatasnya tempat. Ada pula persoalan lain yang tidak terpikirkan sebelumnya seperti babon yang kumat lagi penyakitnya, makanin telurnya sendiri, sehingga jadwal produksi menjadi terganggu.
Memang sudah ada anakan yang umurnya cukup dewasa saat ini tapi semuanya masih dijadikan indukan, sedangkan untuk dipakai di lapangan sampai saat ini baru ada 2 kali periode anakan. Anakan yang tertua baru berusia 2,5 bulan, baru bisa dites akhir tahun ini. Dikarenakan masih anakan pertama maka saya merasa perlu untuk memantau lebih dahulu kualitas anakan-anakan ini, apakah nanti hasilnya pantas pakai, pantas pajang, atau pantas potong, akan saya infokan di blog ini. Anakan yang sudah terpantau kualitasnya akan saya pajang foto & rekaman abarnya.
Sebagai informasi bagi pembaca Blog kandangAbang, saya tidak memisahkan induk dan anakan yang baru menetas sampai usia 1 - 1,5 bulan. Anakan akan dikandangkan terpisah setelah umur tersebut, jadi memang produksinya agak lama sambil memulihkan kondisi babon. Ini saya lakukan karena tempat yang masih sangat terbatas. Semoga tahun depan sudah ada cukup tempat sehingga produksi dapat dilakukan berkelanjutan.
Jadi..... sekali lagi saya mohon maaf apabila sampai saat ini belum bisa membagi produk dari KandangAbang.
Terimakasih.
Minggu, 14 Juli 2013
Pejantan & betina gratisan
Karena memang gak tahu jenisnya apa jadi lebih baik saya sebut sebagai ayam gratisan saja, lebih mudah mengingat.
Saudara saya yang baik hati itu bilang mereka saudara setetasan, kebetulan ya... jodohkan saja biar dapat keturunan yang gennya dekat dengan kakek-neneknya. Pasangan ini saya tempatkan di kandang kebon, karena hanya memang hanya kurungan itu yang kosong. Untunglah mereka kerasan dan betinanya mau bertelur. Kini betinanya sudah mulai mengeram 6 butir telur, perkiraan menetas nanti tanggal 31 Juli 2013.
Sebelumnya pejantan ini ditempatkan dengan 3 betina anak babon blorok ehh..... malah rawis punggungnya habis dipatokin salah satu betina. Betah-betahlah dikandang ini sambil memulihkan rawis punggungmu....
update 31/07/2013:
Telur betina gratisan sudah menetas kemarin tanggal 30 Juli 2013. Saat dicek kemarin sore masih ada 2 telur yang belum menetas, entah isi atau tidak akan saya tunggu saja. Sayangnya dari 4 anak ayam yang menetas ada 1 yang terinjak induknya, mati deh.... Foto menyusul sekalian nanti kalau mereka sudah dipindah ke kurungan lain.
update 14/08/2013:
ternyata rejeki saya memang hanya 3 ekor saja.
masuk usia 2 minggu sudah terlihat beda dengan anak ayam jenis lain. Yang 3 ekor ini kalihatan tidak segar, sayap turun, badan tidak tegap, tapi tidak karena sakit-sakitan ya..... Beda banget dengan anak bangkok-saigon maupun birma-bangkok yang ada di rumah yang terlihat badannya tegap, berisi meskipun baru umur 3 minggu. Tunggu aja sampai nanti agak gede lagi, penasaran....
Saudara saya yang baik hati itu bilang mereka saudara setetasan, kebetulan ya... jodohkan saja biar dapat keturunan yang gennya dekat dengan kakek-neneknya. Pasangan ini saya tempatkan di kandang kebon, karena hanya memang hanya kurungan itu yang kosong. Untunglah mereka kerasan dan betinanya mau bertelur. Kini betinanya sudah mulai mengeram 6 butir telur, perkiraan menetas nanti tanggal 31 Juli 2013.
Sebelumnya pejantan ini ditempatkan dengan 3 betina anak babon blorok ehh..... malah rawis punggungnya habis dipatokin salah satu betina. Betah-betahlah dikandang ini sambil memulihkan rawis punggungmu....
update 31/07/2013:
Telur betina gratisan sudah menetas kemarin tanggal 30 Juli 2013. Saat dicek kemarin sore masih ada 2 telur yang belum menetas, entah isi atau tidak akan saya tunggu saja. Sayangnya dari 4 anak ayam yang menetas ada 1 yang terinjak induknya, mati deh.... Foto menyusul sekalian nanti kalau mereka sudah dipindah ke kurungan lain.
update 14/08/2013:
ternyata rejeki saya memang hanya 3 ekor saja.
masuk usia 2 minggu sudah terlihat beda dengan anak ayam jenis lain. Yang 3 ekor ini kalihatan tidak segar, sayap turun, badan tidak tegap, tapi tidak karena sakit-sakitan ya..... Beda banget dengan anak bangkok-saigon maupun birma-bangkok yang ada di rumah yang terlihat badannya tegap, berisi meskipun baru umur 3 minggu. Tunggu aja sampai nanti agak gede lagi, penasaran....
(foto diambil tanggal 3 Agustus 2013, baru umur 4 hari)
Kamis, 11 Juli 2013
Step by Step…..
Keinginan
saya untuk membangun KandangAbang memang bukannya tanpa hambatan. Namun
apa artinya manusia hidup di dunia ini tanpa menemui ujian, inilah yang akan
membuat kita tegar, berjuang, dan berpikir dewasa. Dalam proses mengumpulkan
materi kandang dan memulai memelihara lagi, saya justru merasakan banyak
kemudahan. Dua belas tahun yang lalu sangat tidak mungkin bagi saya mendapatkan
anak betina dari pejantan yang sudah berkali-kali menang aduan karena memang
tidak ada dana untuk itu. Namun beberapa waktu yang lalu saya bisa
mendapatkannya dari tetangga yang hanya beberapa rumah dari tempat tinggal
istri saya, dengan harga yang menurut saya sangat terjangkau. Kemudian diberi
anakan dari indukan berharga puluhan juta oleh saudara, harap digaris bawahi:
diberi GRATIS, yang inipun bila saya membeli ditempat lain pasti harganya
mencapai ratusan ribu rupiah per ekor. Saya bandingkan saat saya membeli
sendiri dari luar Jogja satu ekor ayam umur 4 bulan harganya mencapai 400 ribu
rupiah, dari pejantan berharga sekitar 3
juta rupiah. Saya hanya bisa mengucap alhamdulillahhirobbil ‘alamiin…….
Proses yang
sekarang berjalan adalah menambah kurungan-kurungan berukuran kecil/single, dan
ukuran sedang. Hambatan yang paling saya rasakan adalah waktu yang masih sangat
terbatas. Keluarga tetap prioritas utama bagi saya, istri dan anak-anak saya
tidak mungkin tergantikan oleh ayam, berapapun harga ayamnya. Hari libur jarang
bisa saya manfaatkan penuh untuk mengurus dan mengerjakan keperluan kandang,
paling-paling maksimal setengah hari, selebihnya untuk menjaga dan bermain
dengan anak-anak bergantian dengan istri. Maka yang bisa dilakukan saat ini adalah
menyusun prioritas apa yang harus segera dibuat dan diselesaikan, bila sudah
selesai baru bisa mengerjakan yang lainnya.
Saat ini
yang harus cepat diselesaikan adalah paling tidak 2 kurungan berukuran sedang
yang cukup untuk menempatkan sepasang ayam dan menempatkan anakan yang berumur
di atas 3 bulan, kemudian mulai menyiapkan lagi bilah-bilah bambu untuk segera
memulai mendirikan kandang utama. Libur akhir pekan bulan lalu saya sempatkan
membeli bambu dan segera memotong sesuai ukuran yang diperlukan, setelah itu
langsung memulai membelah dan menghaluskan bilah-bilah bambu yang akan dipakai.
Waktu yang terbatas membuat hasilnya juga terbatas, bilah-bilah bambu belum semuanya selesai dihaluskan, batang bambu pun masih ada
separuh lebih yang belum terkerjakan. Mau tidak mau harus kerja lembur setelah
pulang kerja agar kurungan ini bisa segera jadi, tapi itu juga kalau tidak
kecapekan yaa…… Yang ada di rumah dan sudah siap setting adalah sebuah kandang single,
rencananya utnuk tempat babon kelabu ini di kebon nantinya, kurang bikin
penutup atas saja. Libur besok semoga bisa diselesaikan.
Jadwal
selanjutnya adalah menyisihkan dana lagi untuk mendatangkan pasir dan beli bambu
lagi. Rumpun pohon pisang yang ada diujung kebun hanya tinggal beberapa saja
dan tinggal 2 pohon saja yang belum
berbuah, inipun perkiraan saya sampai nanti proses pengerjaan pun sudah akan
panen semua. Setelah rumpun pohon pisangnya habis maka tanahnya bisa segera
diratakan & dipadatkan. Conblok yang ada di kebun bisa jadi akan saya manfaatkan
dulu untuk alas rangka kandang. Gak tahu tuh kenapa waktu ngambil besi gak
sekalian ngambil conbloknya. Dulu pernah dibilangin ke yang punya tiang besi “kalau
ambil besinya sekalian aja conbloknya, karena tanah yang ketutup conblok gak
bisa ditanami”, tapi entahlah kenapa gak sekalian diambil. Jadi jangan salahkan
saya kalau conbloknya saya manfaatkan ya….
Mungkin setelah
Idul Fitri Agustus nanti peletakan conblok pertama untuk alas rangka kandang dan
disusul oleh conblok lainnya sudah bisa dimulai, semoga….
Ada perasaan segera ingin semuanya selesai
secepatnya, namun dipikir-pikir kalau semuanya bisa selesai dalam satu waktu
kan dananya juga besar, padahal saya perhitungkan keseluruhan dana yang
diperlukan tidak akan bisa saya penuhi dalam satu waktu. Maklumlah…. Kuli
seperti saya penghasilan juga tidak seberapa, sampai akhir bulan masih bisa
beli beras sudah sangat bersyukur he..he..he… Jadi keputusannya adalah biarlah
proses berdirinya KandangAbang mengalir saja, sedikit demi sedikit nanti
pada saatnya pasti akan selesai juga, yang penting tetap ikhtiar, berusaha
sekuat tenaga, dan tidak lupa tetap tawakkal atas segala keputusan Yang Maha Kuasa.Kamis, 04 Juli 2013
Menunggu......
Tanpa melakukan sesuatu, menunggu memang sering menjadi hal yang bikin bosan. Saat ini saya juga masih menunggu anak babon kelabu dengan pejantan wido, bakal seperti apa nanti anak-anaknya ya...??
Bulan kemarin juga menunggu anak-anak babon gundul dengan pejantan Jo-Son, alhamdulillah meskipun cuma hidup 3 ekor tapi mendapatkan lebih dari yang diharapkan. Umur anakannya sekarang hampir 1,5 bulan tapi pertumbuhannya membuat saya sangat senang, tubuhnya berisi, tulangan tebal, ngganteng & gagah lah pokoknya menurut ukuran saya.
Selain menunggu anak babon kelabu saya juga menunggu perkembangan babon blorok yang dijodohkan lagi dengan Jo-Son, harusnya sudah bertelur tapi sepertinya penyakit babon blorok kumat lagi nih, makanin telurnya lagi kayaknya. Padahal pakan cukup garam & mineral cukup, daun-daunan juga diberikan setiap hari. Kemarin sudah sempat diumbar dan mandi pasir plus cari makan daun-daunan, semoga saja cepat sadar untuk tidak makanin telurnya lagi.
Kemudian saya juga menunggu perjodohan babon dengan jago gratisan. Babonnya sih sudah mulai bertelur sebelum jantannya dijadikan satu kandang dengannya, semoga jantannya segera mau ngawini dan telurnya jadi fertil. Jadi..... kira-kira saya mesti menunggu 2 bulan untuk mengetahui anakannya merek masing-masing, byuhhhh..... setelah lebaran Idul Fitri ya.....
OK lah kalau begitu, ngasih makan anak babon gundul dulu ajah....
Bulan kemarin juga menunggu anak-anak babon gundul dengan pejantan Jo-Son, alhamdulillah meskipun cuma hidup 3 ekor tapi mendapatkan lebih dari yang diharapkan. Umur anakannya sekarang hampir 1,5 bulan tapi pertumbuhannya membuat saya sangat senang, tubuhnya berisi, tulangan tebal, ngganteng & gagah lah pokoknya menurut ukuran saya.
Selain menunggu anak babon kelabu saya juga menunggu perkembangan babon blorok yang dijodohkan lagi dengan Jo-Son, harusnya sudah bertelur tapi sepertinya penyakit babon blorok kumat lagi nih, makanin telurnya lagi kayaknya. Padahal pakan cukup garam & mineral cukup, daun-daunan juga diberikan setiap hari. Kemarin sudah sempat diumbar dan mandi pasir plus cari makan daun-daunan, semoga saja cepat sadar untuk tidak makanin telurnya lagi.
Kemudian saya juga menunggu perjodohan babon dengan jago gratisan. Babonnya sih sudah mulai bertelur sebelum jantannya dijadikan satu kandang dengannya, semoga jantannya segera mau ngawini dan telurnya jadi fertil. Jadi..... kira-kira saya mesti menunggu 2 bulan untuk mengetahui anakannya merek masing-masing, byuhhhh..... setelah lebaran Idul Fitri ya.....
OK lah kalau begitu, ngasih makan anak babon gundul dulu ajah....
Langganan:
Postingan (Atom)


