Mengenai Saya

WA: 082124760048

Kamis, 17 Oktober 2013

Wido vs Babon Gundul



Setelah sekian lama menjomblo karena tidak ada tempat lagi untuk menempatkan pasangan ayam akhirnya Babon Gundul mendapat giliran menempati salah satu kurungan bersama Jago Wido. Niatnya sih pengen memperoleh ayam yang warnanya agak unik, jantan warna banyak coklatnya  tapi rawisnya wido. Tipe tarungnya bagaimana nanti?? Mungkin bisa nyawat seperti birma, mungkin tulangnya mantep model Saigon, mungkin tarungnya agak renggang, mungkin juga kayak jualan kue dan cocok untuk dipelihara di panci, who knows?! Beginilah tahap coba-coba, cocok terusin, gak cocok ya bongkar lagi. Yang jelas sekarang ada 7 telor yang sedang dierami Gundul.
Mohon maaf untuk seorang rekan nun jauh di Papua sana keinginannya kali ini belum dapat terealisasi, moga-moga periode berikutnya bisa terlaksana.



Update 6/11/2013:
Oalaaahhhh…gunduuulll…gundull… mengeram 7 telor sampai minggu ke-2 setiaaaa banget ngangetin telur-telurnya, cantik bennerrr…. Lah…hari sabtu yang lalu (2/11/2013) kok ada pecahan telur, gak jauh dari situ ada bangkai anak ayam, waahhhhh….pasti ada yang gak beres!!  Harus masuk kandang nih… cek di petarangan cuma ada 3 butir telur tersisa, cape deeehhh…. Entah perbuatan siapa ini, Wido, gundul, atau tikus?
Minggu sore cek lagi dah ada seekor anak ayam, Alhamdulillah…. 2 butir telur tersisa sepertinya masih ada 1 yang isi, mudah-mudahan kuat menetas. Kalau nantinya cuma netes 1 ya tetep diterima saja, namanya juga rejeki…
Nasibmu nduuuullll…..gundull…. 

-foto menyusul, masih tidak habis pikir dengan nasib si gundul....-

 Update 11/11/2013:
Dikasih rejeki 2 ekor, 1 gundul 1 gondrong, alhamdulillah.....

update 20/1/2014:
sepasang jantan dan betina masih bertahan, sudah berumur 2 bulan lebih dikit.


update 30/6/2014:
umur 6,5 bulan jadinya malah seperti ayam kampung

Rabu, 16 Oktober 2013

Jago Kelabu (Cucu Kasus) vs Babon Kelabu (Cucu Kasus)



Masih dalam proses pencarian jodoh yang cocok maka Babon Kelabu dijodohkan dengan Jago Kelabu punya kakak. Jago Kelabu ini sebenarnya masih ada hubungan darah dengan Babon Kelabu, Babon B & C, mereka sama-sama berasal dari rekan saya “A”. Kalo gak salah masih dari biang yang sama tapi beda pejantan. Jujur, saya pengen punya jago yang  tipe tarungnya seperti Lanceng atau Negro milik teman saya (bisa dilihat di youtube: Lanceng vs Negro), karenanya kedua ayam kelabu itu saya jodohkan. Moga-mogaaa bisa dapat tipe yang saya inginkan. Agak sedikit heran dengan babon Kelabu ini, telurnya cuma sedikit apa karena bodinya kecil ya? Periode sebelumnya hanya 5 butir, periode  ini cuma bertelur 6 butir dan hanya 4 yg saya eramkan, yg 2 butir terlanjur dieramkan di penggorengan he..he...
Ini tempat mereka memadu kasih, semoga keturunannya cakep-cakep.


update 28/10/2013:
bersyukur.... 26 okt yang lalu masih diberi rejeki 2 ekor anak ayam, kalau melihat bekas telurnya sih ada 3 yang menetas tapi yang 1 entah kenapa, kemana, diapain, entahlah.... masih bersyukur cuma ngasih makan 2 ekor anak ayam kan gak berat, kalau sampai netas selusin baru tuh agak pusing.


update 20/1/2014:
musim hujan bawa korban lagi, akibat cuaca yang tidak bersahabat salah satu anak kelabu tidak mampu bertahan. Tinggal seekor jantan tersisa semoga bertahan sampai dewasa.
Sekarang sudah berumur hampir 3 bulan.



Senin, 23 September 2013

Kurungan (Hampir) Tambah lagi



Memanfaatkan waktu sempit yang tersisa akhirnya berdiri juga 1 blok kandang di kebun, meskipun belum selesai sempurna, masih kurang sekat ruang bawah dan bikin tempat kotoran. Di atas sebenarnya untuk kandang single jago dewasa tapi bisa juga untuk ayam muda. Yang dibawah untuk tempat betina berkembang biak. Nantinya 3 blok kandang yang sama akan berjajar di sebelah kiri kandang yang telah berdiri  tersebut, sehingga akan tersedia 8 kandang single & 4 kandang perkembangbiakan. Target sementara itu dulu, karena rencana ini belum tentu akan terselesaikan dalam waktu singkat. Blok yang baru berdiri ini rangkanya mulai disiapkan sejak bulan Juni yang lalu, lama juga ya…. 3 bulan baru bisa setting, padahal masih mau buat  3 lagi byuhhh…..byuhhh…..



Karena keterbatasan tempat akhirnya 2 anak Betina Gundul & 1 anak Blorok dilepas dikebon.

Kamis, 19 September 2013

CUCU BLOROK



Masih dalam proses pencarian keturunan yang memenuhi standar kualitas yang bisa dipakai sebagai ayam adu maka coba-coba mengawinkan jantan & betina –tentu saja harus melihat darah keturunannya- hanyalah satu-satunya cara untuk memperolah jawaban. Saya ingin punya ayam yang tarungnya lincah, punya teknik bertarung tapi itu bukan yang utama, pukul cepat dan keras. Keturunan pukul keras sudah ada dari Babon Blorok, semua keponakan Blorok yang ada di teman saya “A” punya pukul keras meskipun sudah keturunan ke-3 dari Kasus. Disana ada 1 ekor anak Kasus – dinamai Lanceng, umur 1 tahun lebih dikit- yang ini ditawar 1500 tidak diberikan karena dipakai untuk pacek utama. Salah satu anak Lanceng dinamai Negro, umur belum ada setahun. Dasar yang punya ayam lagi kesenengen punya ayam lumayan bagus, di awal September ini dalam hitungan 1 minggu Negro bikin KO 3 latih tandingnya, nekat bener dia,  seminggu di abar 3x. Ada rekaman Lanceng diabar dengan Negro, silahkan cari di Youtube, judulnya “Lanceng vs Negro”, tapi kalo yang ini tidak ada KO-nya.
Kemudian untuk cari yang pukul cepat ya ambil dari keturunan Birma, dua-duanya sudah ada nih.. jadi jago Ciker saya kawinkan saja dengan betina setetasan –Babon E- dengan perkiraan nanti bisa dapat kombinasi Bangkok-Bangkok, Brima-Bangkok, atau Birma-Birma dannn….. menunggu minimal 7 bulan untuk bisa tahu nanti mainnya seperti apa, lama ya… ?? emang lama, makanya harus sabar….



Ciker & babon E akhirnya mau berjodoh dan bertelur, salah satu telurnya dititip ke Babon D dan menetas. Babon E sendiri juga mengerami 6 telur, perkiraan sih tanggal 24 September ini menetas. Tanggal 20 September sudah terdengar ciap-ciap anak ayam, memang belum sempat melihat langsung karena harus segera berangkat kerja, dan akibatnya saat pulang kerja nemu si kecil dah mati dengan bekas penganiayaan di tubuhnya. Memang sih waktu itu masih ada seekor dere betina anak Blorok yang diumbar bebas dan 5 ekor anak Kelabu, mungkin si kecil jadi sasaran keisengan yang keterlaluan, yahh…. Ikhlas saja lah…. Tanggal 22 September menetas lagi 2 ekor, hampir saja jadi korban yang kedua, untung saja ketahuan karena saya kebetulan sedang di rumah. Di tempat eraman masih ada sisa 3 butir telur, moga-moga saja diberi rejeki lebih, aminnn……
 

Gak tahu nih anak-anaknya nanti bagaimana karena nekat pakai pacek cacat -ciker & bulu sayap ada yang kosong- kawin dengan saudara setetasan lagi, nekat tenan.....

update 26/09/13:
rejekinya memang hanya 2 ekor

Update 18/10/2013:
umur hampir 1 bulan