Mengenai Saya

WA: 082124760048

Rabu, 27 Agustus 2014

Anak-anak Kecil

Beberapa betina muda hasil cross berbeda jenis sudah mulai dewasa, gatel juga rasanya pengen nge-cross lagi dengan pasangan yang berbeda. Hasil cross coba-coba sudah mulai menetas:

1. Jantan BK-Viet X betina BK-Viet-Birma




 ini bapaknya:


2. Jantan Pakhoy-BK X betina BK-Viet-Birma
 ini bapaknya:



Dua ekor betina, hitam dan kelabu, ini saudara setetasan tapi hasilnya beda. Yang kelabu cuma kecil seperti induknya, sedang yang hitam lumayan besar seperti neneknya dan wajahnya agak kehitaman, lumayan serem menurut saya.

Kamis, 14 Agustus 2014

Gundul

Babon gundul coklat  yang pertama kali saya punya baru beranak 2 kali sampai sekarang. Selain karena kandang yang masih terbatas juga si babon gundul ini masih suka makan telur-telurnya. Masalah lain kalau betina ini dilepas di kebon pasti juga bakal tarung dengan betina lainnya. Bagi saya pribadi sih ya gak apa-apa, kalaupun periode beranaknya cepat pun saya sendiri nanti yang bingung, mau dikurungin dimana? sekarang saja masih ada 7 anak BirmaxBK umur 5 bulanan, ditambah 4 anak Pakhoy-BK x BK-Viet umur 3 bulanan, ditambah 3 ekor anak Birma x Pakhoy-BK umur 3 bulanan, ditambah 3 ekor lainnya yang dilepas bebas di kebon. Itupun kadang ada beberapa ekor yang menerobos pagar trus keluar, bandel-bandel emang, dasar anak kecil. Nahh......sekarang ketambahan lagi 4 ekor anak gundul, ehh...cucu gundul. Gundul hitam -si ibu- adalah anak dari gundul coklat. Setetasan cuma dua, gundul hitam betina & satunya jantan. Karena cuma berdua maka sejak kecil dikurung berdua terus. Tidak terasa sudah umur ABG, tahulah gimana ABG sekarang kalau berduaan di kamar, tahu-tahu saja si gundul hitam bertelur. Saat itu diantara 2 pilihan, ambil telurnya atau biar dierami, antara kepingin ayam gundul namun induknya masih sangat muda, kurungan juga masih keisi semua, akhirnya nekat biarin si gundul hitam mengeram. Kalau jantannya gak kepake ya ntar betinanya aja simpen satu buat penerus.


ini bapak dari  gundul-gundul kecil
update 27/8/2014:
bulan Agustus ini udara mulai dingin di malam hari, akibatnya ayam-ayam kecil bisa koit kalo daya tahan tubuhnya tidak bagus. Baru umur 2 mingguan, si gundul-gundul kecil kini tinggal 3 ekor, 1 mati karena tidak kuat dingin.

update 9/9/2014:
mati lagi 1 ekor, tinggal 2

Senin, 11 Agustus 2014

Birma x BK

Birma wido juga sempat dijodohkan dengan BK anak Kasus, dulu sempat pesan rekan dekat & untungnya masih kebagian. Dapat 2 ekor, setelah gede jadi betina semua, untung bener.... Sayangnya dari sekian banyak anakan Kasus ada beberapa yang punya penyakit ambeien, salah satunya milik saya itu. Untung saja 1 betina bisa normal lagi, sedang yang satunya dijadikan penggembira saat Idul Fitri kemarin, penggembira di meja makan he..he..he.. lah nggak bisa normal lagi mau diapain selain disembelih.

Pasangan ini punya 7 ekor anakan, sepertinya yang jantan ada 4 ekor, 3 merah dan 1 wido, umur sekarang sekitar 5 bulan. Karena sejak kecil diumbar terus jadinya sekarang agak liar, mau dekat hanya saat makan, kalo sudah kenyang ya susah ditangkap lagi.
Ini penampakannya, yang lainnya juga mirip seperti ini, kecil, dekil, kusam, pokoke ayam kebon deh...

Birma x Pakhoy-BK

Masih mencari-cari pasangan yang cocok, mumupung jantan Birma sedang nganggur & ada betina pakhoy-BK  kelihatan masuk masa bertelur, ya jodohkan aja...

Kayaknya saya salah menilai bahwa jago ciker milik kakak itu bukan birma tapi jenis pakhoy, ketahuan dari tipe main anaknya yang rapat. Jadi jago ciker milik saya dan 3 betina setetasan adalah cross Pakhoy dengan BK.

Nah, coba-coba pasangan Birma wido dengan betina yang ini punya 3 ekor anak, kelihatannya 2 jantan 1 betina. Kalo nanti besarnya cakep ya bikin lagi, kalo jelek ya gak diterusin.


Jo-Son x betina gratisan

Jo-Son mati ketika masih dijodohkan dengan betina gratisan, sebenarnya anaknya menetas 2 ekor jantan semua, tetapi satu ekor mati.
Ini penampakannya: kombinasi BK-Viet x Pakhoy-BK, umur 7 bulanan


Minggu, 01 Juni 2014

Ciker vs Babon Kelabu -update 12/8/2014

Setelah anak-anak hasil "perkawinannya" dengan wido beranjak dewasa dan ketahuan hasilnya, rasanya masih ada yang kurang dan saya pribadi sedikit kurang puas. Coba lagi babon kelabu ditemukan dengan pejantan yang punya gen BK dan birma, cuma punya ciker ya pake itu saja lah...
Mudah-mudahan hasilnya lebih mendekati keinginan pribadi ini....
Menetas 4 ekor (24/05/2014), semoga sehat dan tumbuh hingga dewasa, amin...
 

umur sudah 3 minggu:

update (12/8/14):
sudah umur hampir 3 bulan, belum ketahuan jantan-betina, bisa jadi semuanya betina


update (16/9/14):
umur hampir 4 bulan sudah mulai kelihatan gendernya, 2 betina, kelabu jantan,1 lagi jantan dan mungkin akan jadi banci (bulu babon). Cuma belum tahu pasti, jadi tunggu beberapa lama lagi akan jelas jadi jantan beneran atau jadi banci.

Jumat, 16 Mei 2014

Untuk Seorang Rekan di Papua

Mensiasati ribetnya meng"impor" ayam dari luar pulau akhirnya salah seorang hobiis ayam di Papua memutuskan mendatangkan telur. Meskipun resiko tidak menetas sangat besar namun resiko tersebut tetap diambil. Karena ketersediaan telor tetas yang terbatas maka hanya dapat dikirimkan 20 butir saja. Semoga ada kesempatan untuk menetas dari sekian telur tersebut.
Karena beliau sedang fokus ke jenis birma & bangkok, dan memang kebetulan di kandang sedang ada pasangan BK-birma yang sedang bertelur maka sebagian besar adalah telur dari pasangan BK-birma.

Pasangan pacek Birma-BK x biang birma-BK (2 ekor betina adalah saudara setetasan):
update 3/6/2014:
memang rejeki tidaklah kemana, sisa telur masih ada yang menetas 2 ekor tapi mati keinjek induknya, yowiss.... moga-moga diberikan yang lebih baik, amiinn....


Pasangan pacek birma x biang birma-BK:

update 2/6/2014:
sisa telur menetas 3




Pasangan pacek saigon-Bk x biang pakhoy:
update 2/6/2014:
sisa telur menetas 3 tapi yang 2 ekor keinjek induknya, rejeki memang gak kemana...





packing:

siap kirim hari ini, untuk keamanan nantinya akan ditambah packing kayu:

siap berangkat:




Semoga tiba ditempat tujuan dengan aman, masih bisa menetas, dan dapat menyenangkan majikan barunya.

update 5/6/2014:
kabar kurang menggembirakan datang dari Papua, telor yang dikirim tidak ada yang berhasil menetas. Yahhhh....bagaimana lagi, memang resiko besar, jarak jauh, dan kita tidak tahu bagaimana paket kita diperlakukan selama diperjalanan.